Kepulangan Alejandro Garnacho ke Old Trafford Dipenuhi Ejekan Suporter MU

Para penggemar Manchester United melayangkan nyanyian provokatif yang keras kepada mantan winger mereka, Alejandro Garnacho, saat ia kembali ke Old Trafford bersama Chelsea.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 September 2025, 11:27 WIB
Gelandang Chelsea asal Argentina nomor punggung 49, Alejandro Garnacho, bereaksi di akhir pertandingan Premier League antara Brentford dan Chelsea di Gtech Community Stadium, London, pada 13 September 2025. (HENRY NICHOLLS /AFP)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United meraih kemenangan penting atas Chelsea dengan skor 2-1 di Old Trafford, Sabtu (20/9/2025) malam WIB. Bruno Fernandes dan Casemiro mencetak gol untuk memberi tim tuan rumah keunggulan dua gol.

Chelsea sempat mendapatkan peluang untuk bangkit setelah Casemiro dikartu merah sebelum turun minum. Trevoh Chalobah mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan, namun itu tidak cukup untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan.

Gol cepat dan kartu merah membuat laga menjadi sulit bagi Chelsea. Enzo Maresca melakukan beberapa pergantian pemain untuk menyeimbangkan permainan. Cole Palmer ditarik keluar akibat cedera pangkal paha, namun perubahan itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi United untuk melanjutkan tren positif di Premier League. Kemenangan tersebut juga memunculkan sorotan pada kembalinya mantan pemain mereka, Alejandro Garnacho.


Chant untuk Garnacho

Proses terjadinya gol dari pemain Manchester United, Casemiro, ke gawang Chelsea pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Sabtu (20/9/2025) malam WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Alejandro Garnacho kembali ke Old Trafford setelah pindah ke Chelsea pada akhir jendela transfer musim panas dengan nilai 40 juta pounds. Meski hanya duduk di bangku cadangan, ia tetap menjadi sasaran chant keras dari suporter Manchester United.

Para fans menyanyikan chant yang berbunyi: “Siapa orang Argentina itu? Siapa orang serakah itu? Namanya Garnacho dan dia tidak punya otak, dan dia tidak akan memenangkan trofi lagi.” Chant ini sebelumnya digunakan untuk Carlos Tevez ketika pindah ke Manchester City pada 2009.

Penggunaan chant yang sama menunjukkan kemarahan suporter terhadap pemain yang meninggalkan klub dengan cara kontroversial. Garnacho, yang menapaki jalur akademi United sebelum debut senior, kini merasakan respons keras dari fans.


Jejak Garnacho di Manchester United

Gelandang Manchester United asal Argentina #17, Alejandro Garnacho, bereaksi selama pertandingan Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan Glasgow Rangers di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (24-1-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Alejandro Garnacho bermain 144 kali untuk United, mencetak 26 gol, dan berhasil meraih trofi FA Cup serta Carabao Cup. Kepergiannya terjadi setelah Ruben Amorim tampak kehilangan kesabaran terhadap sikapnya di lapangan.

Pindah ke Chelsea membuat pemain asal Argentina itu menjadi sorotan utama saat kembali ke Old Trafford. Meskipun sudah meninggalkan klub, kenangan dan kontroversi Garnacho tetap membekas di benak para suporter.

Reaksi chant pedas dari fans menunjukkan bahwa persepsi mereka terhadap Garnacho tidak mudah berubah. Kembalinya sang pemain menjadi momen yang mengingatkan publik akan masa lalu dan prestasinya di United.


Persaingan Panas di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya