Penjelasan Kenapa Jepang Belum Mau Mengakui Negara Palestina

Pengakuan Jepang terhadap Palestina diklaim hanya perkara waktu.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 September 2025, 14:02 WIB
Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya pada 11 November 2024 di Tokyo. (Dok. AP)   

Liputan6.com, Tokyo - Jepang mengonfirmasi tidak berencana mengakui kenegaraan Palestina dalam rangkaian pertemuan PBB bulan ini. Demikian diumumkan Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya pada Jumat (19/9/2025).

Namun, dia juga mengatakan bahwa bagi Jepang yang mendukung solusi dua negara antara Israel dan Palestina, persoalannya bukan apakah akan mengakui negara Palestina, melainkan kapan akan mengakuinya.

"Saya menyadari suara-suara yang menyerukan pengakuan sebagai negara semakin keras terdengar baik di komunitas internasional maupun di Jepang," kata Iwaya dalam konferensi pers seperti dilansir CNA.

"Namun pemerintah memiliki tanggung jawab untuk benar-benar menelaah apa yang akan sungguh-sungguh mengarah pada solusi dua negara, serta melakukan upaya diplomatik ke arah itu."

Tidak Mendukung Israel

Sejumlah sekutu Amerika Serikat (AS) sedang bersiap mengakui Negara Palestina saat para pemimpin dunia bertemu di Majelis Umum PBB di New York pekan depan, dengan harapan dapat menekan Israel agar lebih banyak membuka akses bantuan ke Gaza dan mencari perdamaian jangka panjang.

Iwaya menegaskan Jepang tidak membenarkan tindakan sepihak Israel, seperti memperluas operasi militernya di Gaza dan Jepang akan merespons jika Israel mengambil langkah lebih jauh yang akan menutup jalan menuju terwujudnya solusi dua negara.

Ketika ditanya apakah respons Jepang itu akan mencakup sanksi terhadap para menteri Israel terkait konflik di Gaza, Iwaya mengatakan pemerintah tidak akan menutup kemungkinan apa pun, termasuk pengakuan Negara Palestina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya