Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih, Mathius D. Fakhiri-Aryoko Rumaropen (Mariyo), Rifai Darus mengajak seluruh masyarakat Papua tetap menjaga kedamaian dan persaudaraan, menjauhi provokasi, hoaks, dan perpecahan. Hal itu disampaikan pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil pemungutan suara ulang atau PSU di Pilgub Papua.
"Bersatu membangun Papua, bahu-membahu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial," pesan Rifai seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (20/9/2025).
Advertisement
Rifai juga mengajak semua pihak menghormati hukum dan demokrasi, karena keduanya adalah pilar persatuan kita dalam bingkai NKRI. Dia berharap, momentum putusan MK menjadi awal dari Papua yang lebih cerah, maju, dan bermartabat.
"Kontestasi telah usai, saatnya kita melangkah bersama mewujudkan Papua yang aman, sejahtera, dan berdaya saing demi masa depan anak cucu kita," ajak dia.
Rifai meyakini, dengan bergandengan tangan bersama, maka Rakyat akan merasa nyaman dalam kasih dan persaudaraan yang mendalam untuk Tanah Papua yang kita cintai ini.
"Atas nama pasangan MARIYO, kami menghaturkan terima kasih kepada semua pihak – penyelenggara pemilu, aparat keamanan, para tokoh agama, tokoh adat, pemuda, perempuan, serta seluruh masyarakat Papua – yang menjaga demokrasi dengan hati yang teduh. Papua Damai, Papua Bersatu, Papua Hebat!," dia menandasi.
Bersyukur
Sebagai informasi, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih, Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mariyo) menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas putusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 17 September 2025. Nantinya, pada 20 September 2025, KPU Papua akan melaksanakan Rapat Pleno Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Terpilih tahun 2024.
"Kemenangan dan suka cita ini adalah kemenangan dan suka cita seluruh rakyat Papua – dari pesisir hingga pegunungan, dari kota hingga kampung – yang telah menggunakan hak konstitusionalnya dengan damai dan penuh tanggung jawab," pesan pasangan Mariyo.