Liputan6.com, Jakarta - Tubuh seorang penumpang American Airlines dilakban di kursinya usai diduga menyerang pramugari dalam penerbangan menuju Las Vegas. Hal itu dikonfirmasi oleh Kejaksaan Amerika Serikat Distrik Nevada dalam siaran pers pada Kamis, 18 September 2025.
Disebutkan bahwa penumpang pesawat bernama Ketty J. Dilone ditangkap pada Selasa, 16 September 2025, karena perilakunya dalam penerbangan American Airlines dari Punta Cana, Republik Dominika, ke Las Vegas, Nevada. Mengutip People, Sabtu, 20 September 2025, menurut pihak berwenang, Dilone tidak hanya menyerang pramugari, tetapi juga mengintimidasi kru lainnya selama perjalanan yang sempat transit di Charlotte, Carolina Utara.
Advertisement
Dalam keterangan resmi disebutkan, "Dalam penerbangan dari Charlotte ke Las Vegas, Dilone berjalan di lorong dan berteriak. Ia diduga mulai mengancam beberapa pramugari secara verbal."
Situasi semakin tidak terkenali saat dia mulai menendang seorang pramugari hingga terjatuh. Awak kabin pun mengambil tindakan pengamanan darurat. "Akibat perilaku Dilone yang mengganggu dan mengancam, ia harus ditahan di kursinya dengan tali pengikat dan lakban," ujar pihak kejaksaan.
Ancaman Penjara Menanti
Siaran pers dari Kantor Kejaksaan Amerika Serikat menyebutkan, "Ketika pesawat tiba di Bandara Internasional Harry Reid Las Vegas, petugas Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas merespons dan menahan Dilone."
Dilone kini menghadapi dakwaan serius, yakni satu dakwaan mengganggu awak pesawat dan satu dakwaan penyerangan dengan memukul, memukul, atau melukai. Sidang pendahuluan telah dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 1 Oktober 2025, di pengadilan federal.
Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun, sebuah konsekuensi hukum berat yang menegaskan betapa seriusnya tindakan mengancam keselamatan dalam penerbangan komersial. Insiden itu menambah daftar kasus penumpang nakal yang menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan penerbangan.
Kasus Serupa di Maskapai Berbeda
Kasus yang terjadi pesawat American Airlines itu bukan yang pertama kali, Sebelumnya, seorang penumpang bernama Maxwell Berry (22) mengata-ngatai pramugari maskapai Frontier Airlines, bahkan berusaha menyerang dengan melayangkan pukulan saat penerbangan berlangsung.
Akibat ulahnya, dilkutip dari People, Rabu, 4 Agustus 2021, Berry diikat di pesawat dengan lakban melilit tubuh bagian atas. Mulutnya pun diselotip.
Kasus tersebut terjadi pada 31 Juli 2021 dalam penerbangan dari Philadelphia menuju Miami. Dalam sebuah video yang diunggah oleh Sam Sweeney dari ABC News, Berry menyuruh pramugari untuk tutup mulut sembari menyebut orangtuanya berharga lebih dari dua juta dolar.
Dalam laporan The Washington Post yang diperoleh dari keterangan Kantor Polisi Miame-Dade, Berry dilaporkan memesan tiga gelas minuman beralkohol dan melecehkan seorang pramugari dengan menyentuhkan cangkir ke bagian pribadi awak kabin itu saat memesan minuman lain.
Lecehkan Pramugari
Laporan itu juga menyebutkan Berry menumpahkan minuman ke pakaiannya dan menggantinya di toilet. Seorang pramugari menolongnya mengambil pakaian ganti dari kopernya sebelum si penumpang berjalan-jalan di dalam pesawat selama 15 menit.
Selama mengitari pesawat, tangan Berry sempat meraba payudara pramugari lainnya. Ia kemudian beranjak ke dua awak kabin lain dan merangkul serta meraba payudara mereka.
Pramugara yang melihat hal tersebut turun tangan. Ia meminta penumpang itu tetap tenang dan duduk di kursinya, tetapi malah dibalas dengan tonjokan di muka oleh Berry. Pramugara tersebut tak tinggal diam, ia langsung memiting Berry. Dalam video yang beredar, ia tampak dibantu penumpang lain saat berusaha melumpuhkan Berry.
Petugas itu langsung melakbannya. "Harus mengikat dia (Berry) dengan lakban dan sabuk pengaman selama sisa waktu penerbangan," ujar petugas maskapai berdasarkan laporan polisi.