Qodari Dinilai Sebagai Figur Loyal, Mampu Bawa KSP Lebih Hidup dan Membumi

Toto mengakui Qodari tergolong figur baru di pemerintahan. Namun, pengalamannya sebagai peneliti dan konsultan politik di lembaga survei membuatnya memahami dinamika pemerintahan

oleh Tim NewsDiperbarui 19 September 2025, 21:36 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhhammad Qodari. (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari dinilai memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali peran KSP dan membawanya lebih dekat dengan publik.

Latar belakang Qodari sebagai peneliti, konsultan politik, sekaligus akademisi dianggap menjadi modal kuat untuk menjadikan KSP lebih aktif dalam merespons isu-isu nasional. Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menyampaikan pandangannya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

“Secara pribadi saya menaruh harapan besar kepada Mas Qodari dalam menduduki jabatan barunya sebagai Kepala KSP,” kata Toto.

Toto mengakui Qodari tergolong figur baru di pemerintahan. Namun, pengalamannya sebagai peneliti dan konsultan politik di lembaga survei membuatnya memahami dinamika pemerintahan. Apalagi, ditopang dengan kemampuan akademis yang kuat.

“Yang tak kalah penting, Qodari harus diakui sebagai figur yang sangat loyal dengan karakter personalnya yang tegas dan berani dalam mengambil sikap. Ia punya sikap keberpihakan yang total dan tidak plin plan,” ujar Toto.

Selain itu, Qodari disebut memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik serta piawai membaca psikologi massa. Menurut Toto, bekal ini penting agar KSP mampu merespons isu-isu besar tanpa blunder dan kontra produktif.

 

Potensi Jadi Juru Bicara Presiden

Presiden Prabowo Subianto melantik menteri dan wakil menteri baru saat reshuffle Kabinet Merah Putih pada Senin 8 September 2025. (Biro Pers Kepresidenan)

Lebih jauh, Toto menilai Qodari tidak hanya berpotensi memperkuat KSP, tapi juga bisa menjalankan fungsi sebagai juru bicara presiden. Hal ini karena kemampuannya menerjemahkan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto.

“Qodari mampu mengisi kekosongan figur strategis di lingkaran presiden yang bisa membaca dan menerjemahkan keinginan presiden,” ungkap Toto.

Ia menyinggung kinerja Kepala KSP sebelumnya. Menurutnya, di era Moeldoko KSP sempat hidup namun muncul dengan kesan dominan negatif. Sedangkan saat dipimpin Letjen (Purn) AM Putranto, KSP justru seakan “tenggelam” dan minim suara.

Perlu Kapitalisasi Program Besar Prabowo

Dalam pandangan Toto, salah satu kebutuhan mendesak Presiden Prabowo adalah banyak juru bicara untuk menjelaskan isu-isu besar kepada publik. Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program unggulan Prabowo, namun lebih sering diberitakan dengan tone negatif, seperti makanan basi hingga kasus keracunan.

Program lain seperti ketahanan pangan, energi, efisiensi birokrasi, dan pemberantasan korupsi juga dinilai kurang dikapitalisasi menjadi narasi positif yang massif di mata publik.

“Dalam konteks itu, saya berharap Mas Qodari mampu mengisi kekosongan tersebut. Idealnya, seluruh penyelenggara negara, baik menteri maupun kepala daerah, juga mampu memerankan dirinya sebagai jubir,” tegas Toto.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya