Drama di Pinggir Lapangan: Inilah 5 Pelatih dengan Rekor Kartu Merah Terbanyak

Gairah seorang pelatih sering kali menjadi senjata sekaligus kelemahan di pinggir lapangan. Tidak jarang, emosi yang meluap justru berujung pada kartu merah.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 18 September 2025, 22:39 WIB
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menyapa fans Lazio dalam laga Liga Champions, Rabu (20/9/2023) dini hari WIB. (AFP/Filippo Monteforte)

Liputan6.com, Jakarta Gairah seorang pelatih sering kali menjadi senjata sekaligus kelemahan di pinggir lapangan. Tidak jarang, emosi yang meluap justru berujung pada kartu merah.

Sejumlah manajer top dunia dikenal karena sikap temperamentalnya. Bahkan, ada yang lebih sering diusir wasit ketimbang menikmati laga dari bangku cadangan.

Kasus terbaru terjadi ketika Diego Simeone kembali dikartu merah saat Atletico Madrid melawan Liverpool. Namun, ia bukanlah satu-satunya pelatih yang kerap berseteru dengan ofisial pertandingan.

Dari Premier League hingga La Liga, daftar pelatih emosional ini terus bertambah. Nama-nama besar dari Arsenal, Barcelona, Chelsea, hingga Real Madrid juga tercatat di dalamnya.

Lantas, siapa saja pelatih yang paling sering menerima kartu merah dalam karier mereka? Berikut peringkat lima besar yang penuh cerita menarik.


1. Arsene Wenger – 3

Arsene Wenger menukangi Arsenal selama 22 tahun lamanya, mengangkat mereka menjadi klub raksasa Eropa dengan banyak titel juara. Ia juga pernah membuat rekor tak terkalahkan di Liga Inggris 2003/04 dan menjadi juara. The Invincible tercatat mampu capai 500 poin dalam 249 laga. (AFP/Marco Bertorello)

Arsene Wenger memang tidak pernah benar-benar menerima tiga kartu merah selama karier panjangnya bersama Arsenal. Bahkan di klub sebelumnya seperti Nancy, Monaco, hingga Nagoya Grampus, tidak ada catatan dirinya diusir.

Meski begitu, Wenger punya sejumlah momen disipliner yang cukup terkenal. Salah satunya adalah ketika ia menendang botol di Old Trafford dan akhirnya diusir ke tribun penonton.

Pada 2017, ia juga diusir karena protes keras atas penalti di laga melawan Burnley. Wenger bahkan sempat mendapat hukuman larangan mendampingi tim hingga 12 laga sebelum akhirnya dikurangi lewat banding.


2. Xavi Hernandez - 3

Setelah pembicaraan lebih lanjut dengan petinggi Barcelona, Xavi memutuskan pada 25 April 2024 untuk bertahan hingga masa kerjanya berakhir. (LLUIS GENE / AFP)

Xavi Hernandez dikenal sebagai pemain yang jarang membuat masalah di lapangan. Sepanjang kariernya, ia hanya menerima tiga kartu merah, semuanya berasal dari dua kali pelanggaran.

Menariknya, jumlah kartu merah yang sama juga tercatat saat ia menjadi pelatih Barcelona selama dua setengah tahun. Ini menunjukkan bahwa tekanan di pinggir lapangan bisa sama beratnya dengan saat bermain.

Bisa jadi frustrasi ini muncul karena Xavi tidak lagi bisa mengendalikan permainan dari tengah lapangan seperti saat masih aktif bermain. Kendali itu kini harus dilakukan dari tepi lapangan, yang jelas berbeda rasanya.


3. Andre Villas Boas – 3

Andre Villas-Boas. Pelatih asal Portugal berusia 44 tahun yang sejak tengah musim 2021/2022 berstatus tanpa klub usai meninggalkan Olympique Marseille ini menempati posisi keempat sebagai pelatih dengan nilai transfer termahal sepanjang sejarah. Chelsea mendatangkannya pada awal musim 2011/2012 dari FC Porto dengan biaya 15 juta euro atau kini setara Rp226 miliar. Belum genap semusim, ia dipecat Chelsea pada Maret 2012. (AFP/Ian Kington)

Andre Villas Boas pernah dijuluki sebagai “Mourinho baru” di awal kariernya. Meski tidak pernah diusir saat menangani Chelsea dan Tottenham, ia tercatat menerima kartu merah saat melatih Zenit Saint Petersburg dan Shanghai SIPG.

Lanjut Baca:

Kartu merah ketiganya muncul pada Maret 2020 setelah menerima dua kartu kuning beruntun usai laga Marseille imbang 2-2 melawan Amiens. Villas Boas kemudian meminta maaf atas insiden tersebut dan mengakui tanggung jawabnya atas hasil pertandingan. Sejak meninggalkan Monaco, ia kini menjabat sebagai presiden klub Porto. Pengalaman ini mungkin akan ia bagikan kepada Francesco Farioli, yang ia tunjuk sebagai pelatih musim panas lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya