Hari Ini, Kemendagri Panggil Wali Kota Prabumulih Buntut Kisruh Pencopotan Kepsek

Benny menjelaskan, pemanggilan ini dilakukan setelah viralnya isu dugaan mutasi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, oleh Wali Kota.

oleh Tim NewsDiperbarui 18 September 2025, 10:26 WIB
Wali Kota Prabumulih H Arlan saat memberikan klarifikasi kisruh pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah usai menegur anak pejabat bawa mobil ke sekolah. (Liputan6.com/ Dok Ist Pemkot Prabumulih)

Liputan6.com, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan pemanggilan terhadap Wali Kota Prabumulih Arlan. Pemanggilan ini dijadwalkan pagi ini, Kamis (18/9/2025).

"Iya, jadi sesuai surat yang disampaikan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Pak Wali Kota Prabumulih itu hari ini dipanggil ke Inspektur Jenderal. Sesuai rencana, di dalam surat itu, jam 9 pagi ini," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Benny Irawan saat dihubungi merdeka.com, Kamis (18/9/2025).

Benny menjelaskan, pemanggilan ini dilakukan setelah viralnya isu dugaan pencopotan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, oleh Wali Kota.

"Untuk dilakukan pemeriksaan atas informasi yang sama-sama kita dengar ini komunikasi beliau dengan Kepala Sekolah Kepala SMP di Prabumulih," jelasnya.

"Nanti setelah acara, setelah pemeriksaan, kami melaksanakan konferensi pers. Nanti kalau teman-teman berkenaan datang," sambungnya.

Tak hanya memanggil Arlan, pihaknya juga melakukan pemanggilan terhadap Roni atas viralnya di media sosial beberapa hari lalu.

"Jadi yang diundang, yang diminta datang itu Kepala Sekolah dan Wali Kota untuk diperiksa hari ini, jam 9, di Kartor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.

 

Wali Kota Ditemani Kadis Pendidikan

Selain itu, terkait dengan Arlan yang dipanggil hari ini, nantinya akan ditemani oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Prabumulih, Darmadi.

"Mungkin juga nanti, Pak Wali Kota ditemani oleh Kadis Pendidikan, mungkin, atau apa. Saya dapet informasi akan ditemani oleh Kadis Pendidikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan pencopotan secara mendadak Roni Ardiansyah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, diduga usai menegur anak kepala daerah setempat bawa mobil sendiri ke sekolah.

Pencopotan mendadak tersebut sontak membuat para siswa tak bisa menerimanya. Alhasil, prosesi perpisahan Roni di sekolah yang dipimpinnya dihiasi tangis haru anak didik, Senin (15/9/2025).

Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun memposting video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk mencium tangan.

Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.

 

Dugaan Pencopotan Roni

Roni dicopot dari jabatannya itu diduga akibat pernah menegur anak Wali Kota Prabumulih membawa mobil ke sekolah. Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi kesenjangan sosial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih A Darmadi pun membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.

"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak walikota," kata Darmadi.

Menurut dia, banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program Walikota dan Wakil Walikota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut.

"Di samping itu dia telah menjabat kepsek SMP Negeri 1 sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.

Klarifikasi Wali Kota Prabumulih

Terkait kabar pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah usai menegur anak pejabat membawa mobil ke sekolah, Wali Kota Prabumulih H Arlan akhirnya buka suara. Arlan menegaskan kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Dirinya membantah dengan tegas telah memutasi Roni karena menegur anaknya.

"Ini adalah berita hoaks, saya belum memindahkan Pak Roni, saya baru menegur Pak Roni, karena di sekolah itu ada masalah kasus yang membuat anak tidak betah di situ,”dan anak saya tidak membawa mobil ke sekolah," kata Arlan, Selasa (16/9/2025).

 Melalui tayangan video, Arlan dan Franky Nasril didampingi Elman ST (Sekretaris Daerah) Indra Bangsawan (Inspektorat), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Darmadi) mengklarifikasi soal pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah dan Penjaga sekolah Ageng Winoto. Dia mengatakan belum dilakukan mutasi dan hanya sebatas teguran.

Arlan juga memasikan keduanya akan tetap bekerja seperti biasa di SMPN 1 Prabumulih.

Terkait pemberitaan yang terlanjur menyebar di media, Arlan mewakili Pemkot Prabumulih memohon maaf kepada masyarakat Kota Prabumulih dan Masyarakat Indonesia atas berita viral tersebut.

Arlan menjelaskan, sebelumnya ada kasus mencuat di media massa soal perilaku seorang guru di SMP tersebut yang membuat siswa tidak betah sekolah. Arlan pun memanggil Roni dengan maksud memberi tegutan kepada guru tersebut. Guru yang bermasalah itu pun disebut sudah dipindahkan.

Arlan dengan tegas juga membantah kabar yang menyebut anaknya membawa mobil ke sekolah. Sekaligus membantah Roni dicopot karena menegur sang anak yang bawa mobil ke sekolah.

"Itu hoaks, anak saya tidak membawa mobil ke sekolahan dan anak saya diantar. Dan kalau ini menjadi suatu kesalahan, saya selaku Wali Kota Prabumulih mengucapkan permohonan maaf kepada Pak Roni dan seluruh masyarakat," katanya.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya