Balita Pengidap TBC dan Stunting di Tangerang Diberi Pendampingan dan Bantuan Gizi

Kombes Ronald Sipayung mengatakan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting.

oleh Pramita TristiawatiDiperbarui 18 September 2025, 10:01 WIB
Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) jemput bola untuk menangani Paris, balita berusia 2 tahun 6 bulan yang menderita tuberculosis (TBC) dan stunting di Kecamatan Kosambi. (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) jemput bola untuk menangani Paris, balita berusia 2 tahun 6 bulan yang menderita tuberculosis (TBC) dan stunting di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Paris adalah anak dari pasangan Saipul dan Elly, warga Kampung Selembaran, Kelurahan Selembaran Jaya. Sang ayah, Saipul, bekerja sebagai petugas kebersihan di Bandara Soekarno-Hatta. Paris bersama orangtuanya tinggal di lingkungan yang kurang layak, sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Ronald Sipayung mengatakan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak yang berisiko mengalami stunting berkepanjangan.

“Paris akan menjadi anak asuh Polres Bandara selama enam bulan. Kami akan memberikan intervensi kesehatan, memantau kondisinya, dan menyediakan makanan bergizi seperti susu, telur, serta vitamin agar berat badannya meningkat ke kondisi ideal,” kata Kapoles, Kamis (18/9/2025).

Selain itu, tim Dokkes Polres Bandara akan melakukan kontrol kesehatan secara rutin setiap pekan selama program berlangsung. Seperti pads Rabu siang, Wakapolres Bandara Soekarno Hatta AKBP Joko Sulistiono bersama tim Dokkes Polres Bandara Soekarno Hatta, mendatangi rumah orang tua Paris di Salembaran Jaya.

 

Diberikan Paket Bantuan Makanan Bergizi

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, Paris dan ke dua orang tuanya, Polres Bandara Soekarno Hatta juga memberikan bantuan paket makanan bergizi untuk Paris seperti telur, biskuit, buah buahan dan vitamin.

"Paket makanan bergizi dan vitamin ini untuk mengatasi balita ini dari stunting. Dengan program pendampingan ini, kami optimis Paris akan menjadi anak sehat, berat badannya naik dan bebas dari stunting," kata Joko.

Sementara, Kepala Seksi Kedokteran dan Kesehatan Klinik Polres Bandara Soekarno-Hatta, Dedy Kurniawan, menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan Paris mengalami TBC pada paru-paru dan tengah menjalani pengobatan di rumah sakit serta puskesmas setempat.

“Selain TBC, Paris masuk kategori stunting. Di usia 2,5 tahun, berat badannya hanya 8,7 kilogram, padahal idealnya sekitar 12 kilogram. Penanganannya harus menyeluruh, mulai dari pemeriksaan kesehatan berkala, pemberian makanan bergizi, hingga vaksinasi,” jelas Dedy.

200 Sembako

Tidak hanya fokus pada Paris, Polres Bandara juga menggelar bakti sosial dengan membagikan 200 paket sembako kepada pengemudi ojek online, buruh, serta pekerja bandara lainnya.

Kegiatan pangan murah turut dilaksanakan dengan menjual 15 ton beras seharga Rp52 ribu per 5 kilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp62 ribu.

infografis journal 5 Jenis Penyakit Hepatitis. (Liputan6.com/Tri Yasni).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya