Liputan6.com, Jakarta Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, memberikan apresiasi besar kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dianggap berhasil menyelesaikan sebagian besar persoalan pertanian dengan langkah cepat dan tepat. Hal ini disampaikan Sultan saat mendampingi kunjungan kerja Mentan Amran di Bengkulu, Rabu (17/9/2025).
“Bukan setengahnya, bahkan 70 persen permasalahan pertanian selesai. Saya harus mengapresiasi setinggi-tingginya. Pak Menteri ini solutif, beliau eksekutor, tidak hanya omon-omon saja, beliau turun langsung memberi solusi,” kata Sultan.
Advertisement
Mentan Dinilai Memiliki Peran Strategis
Sultan menilai kehadiran Amran sangat strategis dalam memastikan program prioritas Presiden di bidang ketahanan pangan berjalan optimal. Ia menyebut Amran sebagai salah satu menteri yang paling diandalkan untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
“Beliau ini adalah menteri yang paling diandalkan dengan program prioritas presiden. Hampir semua program ketahanan pangan menjadi tanggung jawab beliau. Kita beruntung didatangi oleh salah satu menteri yang selalu kami banggakan, menteri yang memang concern dengan program prioritas Presiden, yaitu memastikan ketahanan pangan kita betul-betul aman terjamin,” lanjutnya.
Sultan juga menekankan bahwa Mentan Amran tidak hanya fokus pada penyediaan kebutuhan pokok petani seperti benih, pupuk, alat mesin pertanian, dan irigasi, tetapi juga mendorong program hilirisasi. Ia menyebut hilirisasi akan memberikan efek ganda yang besar bagi kesejahteraan petani.
“Mulai dari jagung, beras, bibit, pupuk, alsintan, irigasi, semua dipenuhi. Tapi yang lebih penting adalah hilirisasi, karena program hilirisasi pertanian itu akan menambah multiplier effect yang tinggi sekali. Nilai tambah akan berlipat-lipat. Kita punya kopi, kelapa, CPO, dan lahan yang bisa ditingkatkan dengan pilihan-pilihan tanaman baru. Itu semua bisa berjalan dengan perhatian Presiden melalui Pak Menteri Pertanian,” jelasnya.
Target Swasembada Pangan Bisa Tercapai Lebih Cepat
Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden bisa dicapai lebih cepat dari yang direncanakan.
“Alhamdulillah target Bapak Presiden itu swasembada 4 tahun. Moga-moga tidak ada aral melintang, swasembada tahun ini bisa dicapai. Mudah-mudahan tidak ada perubahan iklim yang ekstrem tiga bulan ke depan. Insya Allah swasembada kita bisa jadi kenyataan,” ujarnya.
Amran juga menyinggung pentingnya hilirisasi dan keberlanjutan bahan baku untuk mendukung program biofuel di masa mendatang.
“Nah, hilirisasi kita mulai dengan replanting dan penanaman baru seperti kopi dan kelapa. Tahun ini kita mulai tanam, sekaligus mendiskusikan langkah tindak lanjut untuk pengembangan biofuel. Yang terpenting adalah kepastian bahan baku, sehingga saat membangun pabrik ada jaminan keberlanjutannya,” jelasnya.
Apresiasi Ketua DPD RI dan penegasan Mentan Amran ini menjadi sinyal kuat dukungan bersama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju modern.