Jelang Muktamar X, Bursa Caketum PPP Diisi Perbandingan 3 Kandidat

Penelitian dilakukan adalah dengan perbandingan KEA atau Kapabilitas, Elektabilitas,Akseptabilitas dari ketiga kandidat.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 17 September 2025, 05:44 WIB
Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Riset dan Penelitian Politik, Ethical Politics, merilis “Peta Perbandingan Kandidat Ketua Umum PPP Menuju Muktamar X tahun 2025”, Selasa, 16 September 2025. Ada sejumlah nama masuk dalam bursa survei, diukur dari frekuensi pemberitaan di media nasional.

Mereka adalah Plt. Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Bappilu PPP Pada masa Pemilu Legislatif 2024 Sandiaga Salahudin Uno.

"Tim Riset Ethical Politics menggunakan empat instrumen perbandingan yakni Kapabilitas, elektabilitas dan akseptabilitas, instrument yang kedua ialah pengalaman partai politik, ketiga manajemen organisasi dan konflik dan yang keempat frekuensi pemberitaan di media online," kata Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan melalui siaran pers.

Hasyibullah menjelaskan, penelitian dilakukan adalah dengan perbandingan KEA atau Kapabilitas, Elektabilitas,Akseptabilitas dari ketiga kandidat. Hasilnya, mereka memiliki skor yang hampir sama yakni sama-sama dikenal oleh publik dan memiliki rekam jejak jabatan yang cukup bergengsi.

"Mardiono Pernah Menjabat Watimpres dan Utusan Khusus Presiden di Era Presiden Jokowi, dan kini Menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pangan di Era Presiden Prabowo, Amran Sulaiman Menjabat sebagai Menteri Pertanian, dan Sandiaga Uno menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," tutur Hasyibullah.

Hasyibullah menambahkan, dari instrumen Pengalaman Partai Politik, Sandiaga Uno sebelumnya merupakan petinggi Partai Gerindra dan menjadi kader PPP sejak 14 Juni 2023 dengan jabatan non struktural yakni Ketua Bappilu PPP.

"Sementara Amran Sulaiman merupakan Teknokrat independen dan tidak berpartai, sehingga dalam hal ini  Mardiono lebih unggul secara pengalaman Internal Partai PPP yakni memulai karir dari bawah sebagai pengurus di DPC, hingga menjadi bendahara DPW lalu menjadi Ketua DPW Banten dan pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PPP sehingga total 28 tahun mengabdikan diri pada partai berlambang Ka’bah ini," catat Hasyibullah.

Hasyibullah mengungkap, Tim Riset Ethical Politics juga menemukan fakta ketiga kandidat itu memiliki pengalaman masing-masing dalam manajemen organisasi dan pengelolaan konflik.

"Amran Sulaiman, dikenal tegas dalam memberantas mafia pangan & pupuk dan kerap melalukan operasi senyap, namun belum memiliki pengalaman menangani konflik internal Partai Politik. Sementara Sandiaga Uno pernah menghadapi situasi konflik saat isu SARA di Pilgub DKI dan polarisasi saat berkontestasi sebagai Cawapres 2019, Gaya manajemen konflik Sandi cenderung akomodatif dan negosiatif tanpa konfrontasi yang keras, namun karena baru genap 2 tahun menjadi kader PPP, Sandi belum teruji dalam manajemen organisasi dan penanganan konflik internal partai," beber Hasyibullah.

Berbeda dengan Mardiono, Hasyibullah melihat rekam jejaknya dengan 28 tahun masa pengabdian di PPP, mengalami sejumlah konflik internal Partai Ka’bah, dengan pendekatan kompromi, konsensus dan menjaga harmoni.

"Mardiono berupaya merangkul sejumlah faksi dan berhasil menjaga PPP tetap solid dalam Pileg 2024," sebut Hasyibullah.

Hasyibullah melaporkan, dari sisi instrumen pemberitaan media online, Ethical Politics membandingkan pemberitaan positif ketiga kandidat dalam dua bulan terakhir dimana skor Mardiono ialah 90%, Andi Amran Sulaiman 80% dan Sandiaga Uno 70%.

"Mardiono meraih skor tertinggi dengan pemberitaan positif yang signifikan terutama dukungan untuk kembali menjadi ketua Umum PPP dari Internal Partai, disusul dengan Amran Sulaiman dengan pemberitaan positif terkait kinerjanya di sektor pertanian. Namun Amran belum secara tegas mengkonfirmasi apakah dirinya akan maju sebagai kandidat Ketua Umum PPP," jelas Hasyibullah

"Terakhir Sandiaga Uno, mayoritas pemberitaan positif ialah seputar fokus kegiatan ekonomi kreatif dan pariwisata, meski terdapat sejumlah dukungan internal PPP untuk menjadi kandidat Ketua Umum namun belum terdapat pemberitaan terkait kesediaan Sandiaga Uno untuk turut berkontestasi dalam Muktamar X," sambung dia.

 

Analisa

Hasyibullah menyimpulkan, Proporsi Skor Kandidat Ketum PPP menghasilkan skor berimbang antara Amran Sulaiman dan Sandiaga Uno yakni 28,1% sementara Muhamad Mardiono meraih skor 43,8%, faktor pengalaman di internal Partai PPP menjadi poin unggul Mardiono dibandingkan kandidat lainnya. 

"Plt. Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono memiliki peluang besar untuk kembali menjadi Ketua Umum PPP pada Muktamar X di Jakarta. Dari skor Analisa Peta Perbandingan Kekuatan Kandidat secara obyektif, kami melihat ketiga kandidat memiliki kekuatan maupun kelemahan," yakin dia. 

Faktor X

Meski begitu, Hasyibullah menyebut masih perlu faktor X untuk bisa maju yaitu sinyal dari Istana. Hal ini kerap menjadi kunci penting dalam menduduki kursi Ketua Umum Partai Politik di Indonesia.

"Jangan lupa Indonesia sebagai penganut sistem Presidensial,meletakan ‘restu Istana’ menjadi komponen penting dalam peta politik Ketua Umum Partai Politik, menarik untuk juga menyimak mana dari ketiga figur kandidat yang berpotensi meraih restu Presiden karena PPP sejatinya kerap menempatkan diri sebagai Partai dalam koalisi Pemerintahan” dia menandasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya