Jelang Muktamar, Sosok Ideal Caketum PPP Harus Berkualitas Bukan Figur Instan

Memimpin PPP harus melalui proses kaderisasi, bukan datang tiba-tiba lalu mengklaim kursi pimpinan.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 16 September 2025, 20:47 WIB
Suasana Mukernas III PPP Muktamar Jakarta di Kantor DPP PPP, Menteng, Kamis (15/11)(Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijadwalkan bakal digelar pada akhir bulan ini. Berbagai suara memunculkan nama yang dianggap layak masuk ke dalam bursa calon ketua umum. Tak terkecuali munculnya figur dari luar partai.

Merespons hal itu, Kader PPP Arbi Irawan, menegaskan bahwa PPP terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dan berjuang bersama. Namun dia menegaskan, memimpin PPP harus melalui proses kaderisasi, bukan datang tiba-tiba lalu mengklaim kursi pimpinan.

“Silakan tokoh luar masuk ke PPP. Kami tidak pernah menolak siapa pun yang ingin bergabung. Tapi datanglah sebagai kader, berjuanglah bersama dari bawah, jangan langsung ingin menjadi ketua umum,” ujar Arbi kepada awak media, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (16/9/2025).

Arbi mencontohkan, adanya deklarasi terhadap Agus Suparmanto yang menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum PPP menuai reaksi dari karena dianggap seolah PPP kekurangan kader untuk memimpin.

Padahal, Arbi meyakini PPP adalah partai kader dengan sejarah panjang perjuangan ulama. Jika kepemimpinan diserahkan kepada figur instan tanpa pemahaman mendalam tentang partai, maka ideologi dan warisan perjuangan PPP terancam luntur.

“PPP bukan partai pinjaman. Partai ini dibangun dari doa, air mata, dan keringat para ulama. Kami terbuka untuk siapa saja, tapi kepemimpinan tidak bisa diraih lewat jalan pintas,” tegasnya.

 

Regenerasi

Arbi mengamini, partai tetap memerlukan regenerasi, termasuk dari tokoh-tokoh baru, tetapi harus melalui proses pengkaderan yang jelas.

“Pemimpin PPP harus lahir dari rahim perjuangan, bukan datang tiba-tiba karena popularitas atau kekuatan modal. Kita ingin pemimpin yang memahami nilai-nilai partai,” wanti dia.

Dia menyerukan, kepada seluruh kader untuk menjaga marwah PPP menjelang muktamar.

“Bangkitlah kader PPP, jangan biarkan partai ini diperdagangkan! PPP adalah warisan ulama untuk umat, dan harus dipimpin oleh orang-orang yang benar-benar berjuang di dalamnya,” dia menutup.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya