Liputan6.com, Jakarta: Penggusuran rumah kembali terjadi di Jakarta. Kali ini ratusan rumah di Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara, diratakan dengan tanah oleh personel Trantib Pemerintah Daerah Jakut dengan menggunakan buldoser, Selasa (2/9). Akibat penggusuran ini, sekitar 104 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Padahal, mereka telah menempati lahan seluas 6.000 persegi itu sejak 2000. Beruntung mereka dapat menyelamatkan semua barang-barang perlengkapan rumah tangga.
Dalam penggusuran ini, seorang warga terjatuh dari atap rumah ketika hendak menyelamatkan barang-barangnya. Tidak sedikit di antara warga yang kehilangan tempat tinggal akhirnya pingsan. Bahkan, sumpah serapah pun mereka lontarkan untuk melampiaskan kekesalan.
Sekadar diketahui, lahan yang ditempati warga itu adalah milik Anton Cahyadi Karta. Tiga tahun silam, lahan kosong ini berangsur-angsur mulai ditempati warga. Sebenarnya, mereka sadar bila lahan yang ditempati adalah milik orang lain. Namun, mereka tetap mendiami lahan tersebut.
Penggusuran ini menimbulkan luka yang dalam karena kini warga tak punya tempat tinggal lagi. Sementara uang ganti rugi sebesar Rp 500 ribu dinilai tidak cukup untuk mengganti kerugian yang diderita warga.(PIN/Johan Heru dan Theopilus Sandi)
Dalam penggusuran ini, seorang warga terjatuh dari atap rumah ketika hendak menyelamatkan barang-barangnya. Tidak sedikit di antara warga yang kehilangan tempat tinggal akhirnya pingsan. Bahkan, sumpah serapah pun mereka lontarkan untuk melampiaskan kekesalan.
Sekadar diketahui, lahan yang ditempati warga itu adalah milik Anton Cahyadi Karta. Tiga tahun silam, lahan kosong ini berangsur-angsur mulai ditempati warga. Sebenarnya, mereka sadar bila lahan yang ditempati adalah milik orang lain. Namun, mereka tetap mendiami lahan tersebut.
Penggusuran ini menimbulkan luka yang dalam karena kini warga tak punya tempat tinggal lagi. Sementara uang ganti rugi sebesar Rp 500 ribu dinilai tidak cukup untuk mengganti kerugian yang diderita warga.(PIN/Johan Heru dan Theopilus Sandi)