Viral Transgender di Jepang, dari Pemain Baseball Jadi Pemandu Tamu Klub Malam

Bagaimana cerita wanita transgender Jepang yang dulunya atlet baseball lalu bertransformasi jadi LC?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 17 September 2025, 21:30 WIB
Foto Ilustrasi: Seorang Transgender merias wajah sebelum sesi pemotretan. (Gent Shkullaku / AFP)

Liputan6.com, Tokyo - Seorang perempuan transgender yang bekerja di klub malam Jepang mengejutkan banyak orang setelah mengungkap masa lalunya sebagai pemain baseball sekolah menengah.

Kisahnya menuai pujian luas karena keberaniannya tampil apa adanya.

Miyon, 22 tahun, kini bukan hanya seorang lady companion atau pemandu klub tetapi juga influencer dengan 8.600 pengikut di media sosial, dilansir dari SCMP, Rabu (17/9/2025).

Sebagian besar unggahannya memperlihatkan dirinya sebagai perempuan muda modis di Tokyo.

Namun sejak tahun lalu, ia mulai membagikan foto masa lalunya sebagai pemain baseball di Beppu, Prefektur Oita.

Dua unggahan transformasi before and after itu masing-masing ditonton hingga 2,4 juta kali.

Banyak warganet kagum dengan transformasi dan keberaniannya mengikuti suara hati.

Seorang pengguna media sosial menuliskan kekagumannya.

"Saya kagum kamu bisa menikmati masa muda sebagai pemain baseball sekaligus menjalani hidup gemilang sebagai hostess cantik," tulis seorang warganet.

Komentar lain tak kalah terkejut.

"Saya kira perempuan itu pacar pemain baseball. Saya benar-benar kaget," tulis warganet lain.

Ada juga yang terinspirasi.

"Saya mendapat keberanian dari unggahanmu. Sebagai pemain baseball sekolah menengah, saya tahu saya juga bisa secantik kamu," ujar seorang warganet.

Proses Transformasi

Ilustrasi LGBT(SatyaPrem/Pixabay).

Kisah Miyon mencuat setelah Kejuaraan Baseball Sekolah Menengah Jepang ke-107 digelar di Stadion Koshien, Prefektur Hyogo.

Ajang ini dikenal sebagai salah satu tradisi paling populer di Jepang, dengan hampir 3.700 sekolah ikut berpartisipasi.

Bagi masyarakat Jepang, baseball sekolah menengah kerap dianggap simbol masa muda.

Miyon tak menjelaskan kenapa dulu memilih jadi pemain baseball. Namun ia mengaku benih untuk menjadi perempuan sudah ada sejak kecil.

Ia gemar menonton anime shojo Pretty Cure dan diam-diam mengenakan rok ibunya.

Saat sekolah menengah, ia akhirnya mengaku sebagai dirinya yang sebenarnya. Ketika pertama kali memakai make-up, ia sempat diejek murid junior yang menyebutnya "jijik".

Meski begitu, keluarga dan teman-temannya justru memberi dukungan. Mereka memuji gayanya dan memanggilnya Miyon.

Untuk memperdalam identitasnya, ia masuk sekolah kecantikan, belajar make-up, serta meniru gaya teman-teman perempuannya.

Miyon juga menjalani operasi agar bibirnya lebih penuh dan matanya terlihat lebih besar.

Satu-satunya penyesalan yang ia rasakan adalah tidak mengungkap jati dirinya lebih cepat.

"Saya seharusnya mengatakannya lebih awal. Saya lebih menikmati hidup dan mendapat banyak koneksi baru setelah berani bicara," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya