Pasar Optimistis, IHSG Ditutup Naik 83 Poin Jelang Rapat Fed

IHSG ditutup menguat 1,06% ke level 7.937,12 pada Senin (15/9), seiring optimisme pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pekan ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 September 2025, 18:25 WIB
IHSG menguat 83,06 poin atau 1,06 persen ke level 7.937,12. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, juga naik 4,06 poin atau 0,50 persen menjadi 808,80. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada pada perdagangan Senin (15/9/2025). Penguatan IHSG seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

IHSG menguat 83,06 poin atau 1,06 persen ke level 7.937,12. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, juga naik 4,06 poin atau 0,50 persen menjadi 808,80.

"IHSG ditutup menguat di tengah ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan harapan membaiknya ekonomi domestik," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dikutip dari Antara.

The Fed dijadwalkan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 September 2025. Pasar memperkirakan ada peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.

 

Sentimen Global

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari Asia, pelaku pasar menanti perkembangan negosiasi dagang AS–China dan sejumlah data ekonomi terbaru dari Beijing. Produksi industri China pada Agustus 2025 tumbuh 5,2 persen (yoy), melambat dari 5,7 persen (yoy) pada Juli 2025, sekaligus menjadi pertumbuhan terendah sejak Agustus 2024. Penjualan ritel juga melemah menjadi 3,4 persen (yoy), terendah sejak November 2024.

Dari Eropa, investor mencermati data tingkat pengangguran Inggris periode Juli 2025 yang diperkirakan stabil di 4,7 persen. Sementara itu, Jerman akan merilis ZEW Economic Sentiment Index September 2025 yang diproyeksi turun ke level 25 dari 34,7 pada Agustus.

 

Sektor dan Saham Penggerak

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Seluruh sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC ditutup menguat, kecuali sektor kesehatan yang melemah 0,16 persen. Sektor barang konsumen non-primer memimpin kenaikan 2,33 persen, disusul sektor infrastruktur (2,31 persen) dan energi (2,06 persen).

Saham-saham yang mencatatkan penguatan signifikan antara lain REAL, SURI, BULL, INDX, dan DWGL. Sementara saham yang melemah cukup dalam di antaranya VOKS, AMIN, INDR, AMMS, dan MPXL.

 

Statistik Perdagangan

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Frekuensi transaksi saham tercatat sebanyak 2.147.110 kali dengan volume 37,17 miliar lembar saham senilai Rp17,06 triliun. Ada 470 saham yang menguat, 209 melemah, dan 126 stagnan.

Bursa regional Asia sore ini ditutup beragam. Nikkei menguat 395,62 poin (0,89 persen) ke 44.768,12, Hang Seng naik 58,40 poin (0,22 persen) ke 26.446,56, sementara Shanghai turun 10,09 poin (0,26 persen) ke 3.860,50, dan Straits Times melemah 5,82 poin (0,13 persen) ke 4.338,42.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya