Waspada Banjir saat Peralihan Musim, Ini Wilayah dengan Curah Hujan di Atas Normal

BNPB juga menyiapkan skema operasi modifikasi cuaca untuk mereduksi curah hujan di wilayah rawan.

oleh Lia HarahapDiperbarui 15 September 2025, 14:23 WIB
Pengendara sepeda motor melintas saat hujan disertai angin kencang terjadi di Jalan Raya Casablanca, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2022). Cuaca ekstrem disebabkan oleh adanya dinamika atmosfer di Samudera Hindia wilayah Sumatera hingga Selatan Bali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar wilayah di Indonesia memasuki peralihan musim dari kemarau ke hujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan imbauan itu disampaikan karena pada periode peralihan ini, curah hujan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

"Sejak akhir Agustus hingga September, sebagian besar wilayah sudah memasuki peralihan musim. Fenomena ini ditandai dengan hujan lebat, petir, hingga angin kencang," katanya. Demikian dikutip dari Antara, Senin (15/9/2025).

Wilayah dengan Hujan di Atas Normal

Berdasarkan prakiraan BMKG, secara umum musim hujan 2025/2026 bersifat normal. Tetapi di beberapa wilayah, berpotensi mengalami hujan di atas normal, di antaranya Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG memprakirakan hujan lebat pada 12–14 September 2025 berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, sedangkan pada 15–18 September 2025 berpotensi melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia menekankan pentingnya upaya mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembersihan drainase primer dan sekunder serta normalisasi sungai dangkal.

"Kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan operasi darurat, tapi harus terintegrasi sejak sebelum bencana," ujarnya.

Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Pedagang menjajakan jas hujan saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila Jakarta mengalami cuaca ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Abdul menambahkan, BNPB bersama BMKG juga telah menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mereduksi curah hujan di wilayah rawan, termasuk Jawa Timur dan Jawa Barat.

Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai, dan aktif berpartisipasi dalam gotong royong pencegahan banjir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya