Incar Pertumbuhan 20 Persen, China Targetkan Jual 15,5 Juta Kendaraan Listrik di 2025

China menetapkan target agresif untuk pertumbuhan industri otomotifnya pada 2025

oleh Arief AszhariDiterbitkan 16 September 2025, 06:12 WIB
Kendaraan Energi Baru (NEV) asal tiongkok yang dinilai beresiko terbakar dibandingkan kendaraan lain. (carnewschina.com)

Liputan6.com, Jakarta - China menetapkan target agresif untuk pertumbuhan industri otomotif pada 2025. Menurut rencana stabilisasi pertumbuhan otomotif yang dirilis oleh delapan Kementerian, termasuk Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT), Tiongkok berharap mencapai penjualan tahunan sekitar 32,3 juta unit mobil secara keseluruhan, atau naik sekitar 3 persen dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu fokus utama adalah kendaraan energi baru (NEV), yang mencakup mobil listrik baterai (BEV), hibrida plug-in (PHEV), dan kendaraan berbahan bakar sel bahan bakar.

China menargetkan penjualan 15,5 juta unit NEV pada 2025, atau meningkat sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya. Disitat dari cnEVpost, jika target tersebut tercapai, yang berarti hampir 48 dari setiap 100 kendaraan terjual di China adalah kendaraan listrik.

Sementara itu, dari Januari hingga Agustus 2025, data dari China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan bahwa Tiongkok sudah menjual 9,59 juta NEV, meningkat 36,37 persen tahun ke tahun.

Selama periode yang sama, total penjualan kendaraan mencapai 21,1 juta unit, naik 12,46 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Persentase penetrasi NEV saat ini adalah sekitar 45 persen.

Namun, pemerintah menyadari bahwa tantangan tetap ada. Dokumen kebijakan menyebutkan bahwa kondisi eksternal makin kompleks dan penuh tantangan.

Tantangan di China

Hal-hal seperti unilateralisme dan proteksionisme terus mengganggu stabilitas rantai pasokan dan industri secara keseluruhan. Di dalam negeri, pemulihan ekonomi masih rapuh, permintaan yang efektif dinilai belum mencukupi, dan persaingan pasar yang tidak tertib menjadi hambatan besar.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, beberapa langkah strategis sudah direncanakan. Pemerintah akan mempercepat elektrifikasi kendaraan sektor publik, mendorong konsumsi mobil secara lebih luas, memperbaiki infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, dan menyempurnakan regulasi pengelolaan industri.

Dengan rencana dan tantangan yang ada, 2025 bisa menjadi momen penentu bagi China dalam transisi menuju mobilitas rendah karbon. Keberhasilan mencapai target NEV akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah, dan pelaku industri dalam mengatasi hambatan baik domestik maupun global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya