Liputan6.com, Jakarta- Juara baru dipastikan tercipta pada turnamen golf The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2025 baik di nomor beregu maupun individual. Pasangan gado-gado Australia-Indonesia Darcy Brererton/Sofjan Arsad menjadi juara nomor beregu.
Duet Darcy/Sofjan berhasil menyodok ke papan atas klasemen, dan memastikan diri menjadi juara baru The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura edisi ketiga.
Advertisement
Duet profesional asal Australia dan amatir Indonesia tersebut mengalahkan pasangan Shahriffuddin Ariffin (MAS)/Sholihuddin (am.) dan duet Carl Jano Corpus (PHI)/Liong Santoso (am.).
“Untuk hari ini, kami benar-benar melakukan hal yang luar biasa. Kami tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Pro saya (Brererton) bilang kondisi cuaca (yang berangin) hari ini agak berat. Syukurlah, dari posisi ke-11 (2 sehari sebelumnya), lalu naik. Kami akhirnya bisa menjadi juara 1,” kata Sofjan.
“Saya selalu ikut turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura dari pertama. Saya ikut karena saya suka. Ada kesempatan langka main dengan profesional. Saya mau belajar banyak dengan pro. Saya lihat penyelenggaraan turnamen ini luar biasa. Ini membuat saya terkesan dan selalu ingin ikut turnamen ini,” tambah Sofjan.
Thailand Juara Individu
Trofi juara The Indonesia Pro-Am akhirnya terbang lagi ke Thailand. Pegolf Thailand Nopparat Panichphol berhasil menyabet trofi keduanya di ADT setelah mampu melewati drama menegangkan di babak play-off. Pegolf berusia 26 tahun harus menyelesaikan play-off 4 hole tambahan dan mengatasi perlawanan Su Ching-hung (TPE).
Keduanya terpaksa harus menjalani babak play-off setelah sama-sama mengumpulkan skor total sama: 198 (15-di bawah-par). Setelah keduanya bisa bertahan di 3 play-off pertama, Nopparat akhirnya bisa memenangi play-off keempat dengan par setelah Ching-hung membuat bogey.
“Di hole pertama, saya tidak terlalu jauh, tapi dia sudah dekat dengan pin. Saya pikir dia akan menang, tapi dia gagal melakukan putt. Di hole kedua, ketiga, dan terakhir, saya memukul ke tempat yang sama. Jarak yang sama, 100 yard melawan angin, dengan (posisi) pin di belakang, saya harus mengganti club dan menambahkan sedikit,” tambahnya.