Barcelona Terlambat Kembali ke Camp Nou, Klub Rugi Puluhan Juta Euro

Barcelona masih harus bersabar menunggu kepulangan ke Camp Nou. Keterlambatan renovasi membuat klub kehilangan jutaan euro setiap laga dan berisiko memperburuk kondisi finansial.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 12 September 2025, 14:38 WIB
Lamine Yamal dalam laga Daegu vs Barcelona, Senin (4/8/2025). (FC Barcelona Official)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona dipastikan belum bisa kembali ke Camp Nou dalam waktu dekat. Klub masih harus bertanding di stadion sementara Johan Cruyff dengan kapasitas hanya 6.000 penonton, termasuk saat menjamu Valencia akhir pekan ini.

Situasi ini bukan hanya mengurangi atmosfer pertandingan, tetapi juga berdampak besar pada pemasukan klub. Dengan kapasitas terbatas, Barcelona harus merelakan hilangnya pendapatan yang biasanya mengalir deras dari laga kandang.

Presiden Joan Laporta menegaskan keinginan klub untuk segera kembali ke Camp Nou. "Kami akan kembali ke Camp Nou secepatnya," ujar Laporta saat perayaan Diada pada Kamis pagi.


Kerugian Finansial yang Terus Membengkak

Proses renovasi kandang Barcelona, Camp Nou, masih belum rampung, Rabu (3/9/2025). (AFP/Josep Lago)

Dari laga melawan Valencia saja, Barcelona harus kehilangan potensi pemasukan sebesar 2,43 juta euro. Jumlah tersebut setara dengan satu hari pemasukan pertandingan di Estadio Olímpico Lluís Companys.

Keterlambatan renovasi membuat neraca keuangan semakin terbebani. Laporan Cadena Ser menyebut utang bunga klub telah mencapai 44 juta euro yang harus dibayar pada Desember mendatang. Jika proses ini terus molor, beban tersebut diproyeksikan melonjak hingga 94 juta euro pada Desember 2026.

Dengan kondisi seperti ini, Barcelona bukan hanya kehilangan pemasukan harian, tetapi juga harus menanggung bunga yang semakin mencekik. Hal ini menempatkan keuangan klub pada posisi genting.


Ancaman Kontrak dengan Spotify

Desain kompleks Espai Barca yang menampung New Camp Nou dan Mini Estadi Johan Cruyff. (doc. FC Barcelona)

Selain masalah bunga utang, Barcelona juga menghadapi potensi kerugian dari kontrak sponsor dengan Spotify. Kesepakatan hak nama stadion bernilai 5 juta euro per tahun, tetapi semakin lama renovasi tertunda, semakin besar kerugian yang ditanggung klub.

Ada pula risiko lain yang lebih besar. Jika keterlambatan berlangsung hingga 2028, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut berpeluang mengakhiri kerja sama lebih awal. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi pendapatan jangka panjang Barcelona.

Singkatnya, keterlambatan kembali ke Camp Nou menimbulkan kerugian ganda bagi Barcelona, baik dari sisi finansial maupun citra klub.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya