Stasiun Jatake Bakal Beroperasi pada 2025

Jatake akan menjadi stasiun baru pertama yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Akan tetapi, pembukaannya untuk lalu lintas KRL Jabodetabek masih menunggu arahan dari Kemenhub.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 12 September 2025, 13:00 WIB
Stasiun ini akan memiliki panjang peron 250 meter dan lebar masing-masing peron 6 meter. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter bakal segera mengoperasikan Stasiun Jatake. Stasiun baru KRL Commuter Line Jabodetabek ini berada di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung, yang berlokasi di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Parungpanjang. 

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, Jatake akan menjadi stasiun baru pertama yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Namun, pembukaannya untuk lalu lintas KRL Jabodetabek masih menunggu arahan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

"Mungkin yang paling dekat kan nanti Jatake. Itu kan nanti tinggal nunggu dari DJKA-nya kapan (dibuka). Kan udah mau selesai Jatake," ujar dia saat ditemui di Kantor pusat KAI Commuter, Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Menurut estimasinya, Stasiun Jatake bisa segera diresmikan dan beroperasi pada 2025 ini. "Kayaknya tahun ini. Sudah jadi, tinggal peresmian dan operasional. Pokoknya yang paling dekat Jatake," kata Leza. 

Berdasarkan informasi per akhir Juli 2025, pembangunan Stasiun Jatake yang dimulai sejak Januari 2024 telah mencapai sekitar 92,78 persen untuk konstruksi fisik. 

 

 

Terintegrasi dengan Pusat Perbelanjaan

Rencananya stasiun Jatake beroperasi pada semester II tahun 2025 dan melayani 20.000 penumpang setiap harinya. (merdeka.com/Arie Basuki)

Stasiun yang berlokasi di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang ini jadi proyek pertama hasil kolaborasi antara PT KAI (Persero) dengan pihak swasta, tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Ke depan, stasiun ini akan terintegrasi dengan pusat perbelanjaan serta memiliki koneksi langsung ke jalan tol. Saat ini, pengembang sedang menyiapkan akses Gerbang Tol (GT) Legok yang berada di ruas Tol Serpong-Balaraja Seksi 1B.

KRL Jabodetabek Angkut 28,9 Juta Orang

Penumpang menunggu rangkaian KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (17/12/2022). Pemerintah berencana menaikkan harga tiket Commuter Line (KRL) pada 2023. Plt Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah aturan terkait kenaikan tarif KRL. (Liputan6.com/Magang/Aida Nuralifa)

Adapun selama Agustus 2025, KAI Commuter total mencatat volume pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek sekitar 28,94 juta orang. Naik hampir 3 persen atau sebanyak 730 ribu orang lebih dibandingkan periode Agustus 2024 lalu yang mencapai 28.20 juta orang. 

Tercatat selama periode Januari-Agustus 2025, sebanyak 233,45 juta orang menaiki KRL Jabodetabek. Lebih tinggi 9 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang berada di angka 214,26 juta orang. 

Peningkatan volume pengguna dari Januari-Agustus 2025 ini juga ditunjang oleh pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) baru mulai Februari 2025 kemarin.

Pada Gapeka 2025 ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.063 perjalanan Commuter Line Jabodetabek per hari, atau lebih banyak 15 perjalanan dibanding Gapeka sebelumnya, yaitu sebanyak 1.048 perjalanan.

Bogor jadi Stasiun Pemberangkatan Terpadat

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat lonjakan penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek. (Foto: KAI)

Stasiun Bogor merupakan stasiun pemberangkatan dengan volume terbanyak, yakni 11,98 juta orang. Disusul Stasiun Tanah Abang sebanyak 11,12 juta orang, dan Stasiun Citayam sebanyak 7,54 juta orang. 

Sedangkan untuk stasiun tujuan dengan pengguna terbanyak adalah Stasiun Bogor dengan 11,97 juta orang, Stasiun Tanah Abang 10,51 juta orang, dan Stasiun Sudirman sekitar 8 juta orang. 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya