Cerita Perjalanan Susy Susanti di Olimpiade Barcelona 1992: Emas Pertama dan Era Kejayaan Bulu Tangkis Indonesia

Susy Susanti dipandang sebagai salah satu sosok inspiratif di dunia olahraga. Hal itu menyusul keberhasilannya mengukir sejarah emas pertama Indonesia di Olimpiade Barcelona 1992, yang sekaligus menandai era kejayaan badminton tanah air.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 13 September 2025, 06:00 WIB
Pada Olimpiade Barcelona 1992, bulu tangkis tunggal putri Indonesia berhasil menyabet medali emas lewat Susy Susanti. Hasil ini diraih setelah Susy menekuk pebulu tangkis Korea Selatan, Bang Soo-hyun lewat pertarungan tiga gim. (Foto: AFP/Tommy Cheng)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia belum lama ini memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025 yang jatuh pada 9 September. Perayaan itu jadi momentum penting untuk mengingat kembali semangat sportivitas bangsa.

Lebih dari itu, peringatan Haornas juga menjadi waktu untuk mengenang berbagai pencapaian gemilang atlet-atlet Indonesia di kancah internasional.

Salah satu era paling membanggakan dalam sejarah olahraga Indonesia adalah masa kejayaan bulu tangkis, yang tidak bisa dilepaskan dari nama besar Susy Susanti.

Legenda bulu tangkis tunggal putri itu mengukir sejarah dengan meraih medali emas Olimpiade pertama bagi Indonesia.

Kemenangan heroik tersebut terjadi pada Olimpiade Barcelona 1992. Hal ini sekaligus membuka gerbang bagi dominasi bulu tangkis Indonesia di panggung dunia pada era itu.

Kisah perjuangan dan dedikasi Susy Susanti, bersama dengan atlet-atlet hebat lainnya, menjadi inspirasi tak terbatas bagi generasi penerus, khususnya di momentum Haornas 2025.

Lantas bagaimana perjalanan Susy dalam merebut medali emas lebih dari tiga dekade silam? Simak ulasan lengkapnya pada halaman berikut ini.


Debut Resmi Bulu Tangkis di Olimpiade 1992

Ilustrasi atlet badminton. (AFP PHOTO/SHAUN CURRY)

Olimpiade Barcelona 1992 merupakan tonggak sejarah bagi Indonesia sebabuntuk pertama kalinya bendera Merah Putih berkibar di podium tertinggi ajang olahraga multievent terakbar dunia.

Momen bersejarah badminton dibuka oleh legenda bulu tangkis tunggal putri, Susy Susanti, yang berhasil meraih medali emas.

Kemenangannya kian spesial sebab tidak hanya menandai emas perdana bagi Indonesia, tetapi juga bertepatan dengan debut bulu tangkis sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali di Olimpiade.

Sebelum Barcelona 1992, bulu tangkis telah menjadi cabang demonstrasi pada 1972 dan cabang ekshibisi pada tahu. Empat tahun berselang, barulah bulu tangkis secara resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga yang memperebutkan medali.

Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia, yang kala itu memiliki kekuatan bulu tangkis sangat solid. Terbukti, kontingen Indonesia sukses membawa pulang medali emas lewat Susy Susanti dan pebulu tangkis lain: Alan Budikusuma.


Perjalanan Menuju Emas

Pemain badminton Indonesia Susy Susanti saat melawan pemain badminton Korea Selatan Bang Soo-Hyun pada semifinal Olimpiade Atlanta 1996 di Atlanta, Amerika Serikat, 30 Juli 1996. Susy Susanti pernah meraih medali emas tunggal putri pada Olimpiade Barcelona 1992. (TOSHIFUMI KITAMURA/AFP)

Susy Susanti mengawali kiprahnya di Olimpiade Barcelona 1992 dari babak kedua setelah mendapatkan bye di babak pertama. Perjalanannya menuju final terbilang solid sebab dia tidak kehilangan satu game pun hingga babak semifinal.

Lanjut Baca:

Secara rinci, Susy menghadapi tunggal putri Jepang, Harumi Kohara di partai kedua. Dia menang mudah dengan skor 11-2, 11-2. Dominasi ini berlanjut ketika tunggal putri tanah air menantang pebulu tangkis Hong Kong, Wong Chun Fan. Susy Susanti lagi-lagi menang 11-4, 11-2. Di perempat final, Susy harus berhadapan dengan wakil Thailand, Somharuthai Jaroensiri dan unggul 11-6, 11-1. Sementara itu di partai semifinal, wakil Indonesia menaklukkan tunggal putri China Huang Hua dengan skor telak 11-4, 11-1, sehingga membuka jalan lebar baginya melangkah ke partai puncak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya