Liputan6.com, Jakarta Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Timur, Imam Kuncoro mengungkap kesetaraan yang dirasakan atlet disabilitas beberapa tahun belakangan. Termasuk atlet NPCI yang dapat bonus setara atlet KONI.
“Sejak 2022, sejarah baru lahir di Jawa Timur. Untuk pertama kalinya, atlet NPCI memperoleh bonus setara dengan atlet KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)," kata Imam Kuncoro saat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September 2025.
Advertisement
Menurutnya, itu bukan sekadar apresiasi, tetapi tonggak kesetaraan yang membuktikan Jawa Timur adalah pelopor kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
Imam juga menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang pada tahun 2025 meningkatkan dana operasional NPCI hingga lima kali lipat.
Ia berharap, ke depan NPCI juga diberi kesempatan menyelenggarakan Pemusatan Latihan Daerah Jangka Panjang sebagaimana KONI dalam mempersiapkan Pesta Olahraga Nasional (PON), sehingga kesetaraan hadir tidak hanya setelah prestasi, tetapi sejak proses pembinaan.
Lebih lanjut, Ketua NPCI Jawa Timur menyampaikan harapan agar Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2027 dapat diselenggarakan dalam satu paket bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), sebagai simbol kebersamaan dan ruang kesetaraan dalam olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Kuncoro juga mengenang momentum bersejarah pada 10 November 2022 di Tugu Pahlawan Surabaya, ketika Gubernur Jawa Timur menyerahkan bonus secara bersamaan kepada atlet NPCI dan KONI. Baginya, momen tersebut adalah bukti nyata bahwa Jawa Timur menjadi pelopor kesetaraan atlet di Indonesia.
Bersiap Tanding di Peparpenas 2025
Dalam peringatan itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turut melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat (NPCI) Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum syukuran terhadap pembinaan atlet disabilitas yang tengah bersiap menghadapi Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2025.
Imam Kuncoro menyampaikan apresiasi kepada Khofifah atas kepemimpinan dan kebijakan yang dinilai telah menghadirkan kesetaraan bagi atlet disabilitas.
Selain Gubernur Jawa Timur, acara ini turut dihadiri Wali Kota Mojokerto, Wakil Wali Kota Mojokerto, serta sejumlah pejabat terkait.
Terus Majukan Olahraga Disabilitas di Jatim
Kunjungan ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi, refleksi perjuangan, serta penguatan komitmen bersama untuk terus memajukan olahraga disabilitas di Jawa Timur.
“Dengan dukungan yang ada, kami optimis atlet-atlet difabel Jawa Timur akan terus berprestasi, membawa nama baik provinsi, sekaligus mengharumkan bangsa di tingkat nasional maupun internasional,” ucap Imam Kuncoro mengutip kominfo.jatimprov.go.id.
NPCI Jawa Timur merupakan organisasi yang menaungi olahraga disabilitas di Jawa Timur sejak 1970. Selama lebih dari lima dekade, NPCI terus berupaya membina dan melahirkan atlet-atlet difabel berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.