Chivu Tetap Andalkan 3-5-2 Hadapi Juventus di Turin, tapi bakal Ada Rotasi

Derby d'Italia selalu menghadirkan cerita panas, dan akhir pekan ini giliran Cristian Chivu merasakan atmosfernya untuk pertama kali sebagai pelatih Inter Milan.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 12 September 2025, 09:10 WIB
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam pertandingan Grup E Piala Dunia Antarklub antara Monterrey dan Inter Milan di Pasadena, California, Selasa, 17 Juni 2025. (AP Photo/Gregory Bull)

Liputan6.com, Jakarta Derby d'Italia selalu menghadirkan cerita panas, dan akhir pekan ini giliran Cristian Chivu merasakan atmosfernya untuk pertama kali sebagai pelatih Inter Milan. Laga Serie A melawan Juventus di Allianz Stadium akan jadi panggung besar bagi juru taktik asal Rumania itu.

Inter datang dengan tekad menebus kekalahan 1-2 dari Udinese sebelum jeda internasional. Hasil itu membuat kepercayaan diri Nerazzurri sedikit terganggu, dan kemenangan di Turin bisa jadi obat penawar yang tepat. Namun, sejarah tidak berpihak, karena Allianz Stadium bukanlah tempat yang bersahabat bagi Inter.

Meski begitu, Chivu tetap kukuh dengan pakem 3-5-2 yang sudah jadi identitas Inter selama beberapa musim terakhir. Ia tak berniat mengubah kerangka dasar permainan, hanya berencana melakukan beberapa rotasi untuk menyegarkan tim.


Akanji Berpeluang Jalani Debut Serie A

Manuel Akanji resmi gabung Inter Milan. (FC Internazionale Milano Official)

Salah satu perubahan terbesar ada di lini belakang. Manuel Akanji, bek tengah asal Swiss yang baru didatangkan dari Manchester City pada deadline day, kabarnya siap menjalani debutnya di Serie A. Kehadirannya diyakini akan menambah pengalaman sekaligus soliditas di sektor pertahanan.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Akanji akan menggantikan posisi Yann Bisseck dalam formasi tiga bek. Langkah ini bisa menjadi strategi Chivu untuk meredam ancaman lini depan Juventus yang dikenal tajam saat bermain di kandang.

Debut Akanji tentu menjadi perhatian. Jika mampu tampil tenang dan kompak bersama bek lainnya, Inter bisa lebih percaya diri menghadapi tekanan besar dalam laga bergengsi ini.


Persaingan di Lini Tengah

Pemain Inter Milan, Peter Sucic (kanan), berebut bola dengan pemain Torino, Gvidas Gineitis, dalam pertandingan Serie A Italia di Stadion San Siro, Milan, Selasa (26 Agustus 2025). (AP Photo/Luca Bruno)

Selain di belakang, Chivu juga masih memiliki keraguan di lini tengah. Petar Sucic, yang sempat tampil menjanjikan saat melawan Torino, belum tentu kembali menghuni starting XI.

Sucic harus bersaing ketat dengan Henrikh Mkhitaryan untuk satu tempat di sektor tengah, menemani Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu. Kehadiran gelandang senior seperti Mkhitaryan bisa memberikan keseimbangan, sementara Sucic menawarkan energi muda yang segar.

Pilihan di lini tengah ini bisa menjadi penentu cara Inter mengontrol jalannya pertandingan. Apakah Chivu memilih pengalaman atau keberanian muda akan sangat menarik untuk ditunggu. Yang jelas, meski tidak mengubah formasi andalan, sang pelatih tampak siap memainkan kartu-kartu baru demi menantang Juventus di Derby d'Italia.

Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Inter


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya