Lakukan Langkah 'Bodoh' dan Emosional, Petinggi Manchester United Kecewa pada Ruben Amorim

Meskipun mengagumi kejujuran Amorim, ada perasaan yang berkembang di kalangan petinggi Manchester United bahwa sang manajer harus lebih cerdik di depan media.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 12 September 2025, 15:00 WIB
Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Setelah bursa transfer musim panas ditutup dan masih ada waktu empat bulan lagi sebelum bisnis baru yang bisa dijalankan, manajer Manchester United Ruben Amorim mempunyai momen krusial.

Mungkin pelatih asal Portugal itu tidak mendapatkan semua keinginannya di bursa transfer merekrut gelandang yang dominan dan berenergi tinggi yang mampu membawa tim ini menjadi impian yang belum terwujud. Namun kini, tidak ada alasan baginya untuk meninggalkan Old Trafford.

Amorim mendapatkan keinginannya untuk mendapatkan lebih banyak daya gedor, dengan menghabiskan 200 juta pounds untuk mendatangkan Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo.

Dia memiliki skuad yang bisa diajak bekerja sama, karena dipenuhi pemain-pemain internasional yang mahal. Kini, seharusny skuadnya cukup kompetitif untuk berkembang jika tidak cukup baik untuk menantang tim-tim seperti Liverpool, Manchester City, dan Arsenal untuk memperebutkan gelar Liga Primer.

Ujian besar pertama datang akhir pekan ini, dengan perjalanan ke markas tetangga, Manchester City, sebelum kunjungan Chelsea ke Old Trafford pada 20 September.

Secara historis, bahkan di masa-masa sulit, Manchester United selalu tampil lebih baik melawan tim papan atas, dan Amorim berharap timnya dapat melakukan hal yang sama kali ini.


Amorim Diminta Meredam Luapan Emosinya

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Jika tidak, hal itu akan semakin memanaskan situasi bahwa ia mungkin bukan orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Sudah cukup banyak kekhawatiran di kalangan petinggi MU yang menginginkan Amorim meredam luapan emosinya di depan publik – terutama ketika luapan emosi tersebut merugikan keuangan klub atau membahayakan masa depan bintang-bintang muda berbakat.

Direktur teknik Jason Wilcox terpaksa bekerja keras untuk meredakan permintaan pinjaman Kobbie Mainoo menjelang akhir bursa transfer. Hal itu merupakan akibat langsung dari keputusan Amorim yang memilih pemain internasional Inggris berusia 20 tahun itu untuk bersaing dengan kapten Bruno Fernandes untuk memperebutkan tempat di tim utama.

Hal ini menyebabkan kerugian tambahan yang seharusnya bisa dihindari oleh para petinggi Setan Merah saat mereka bernegosiasi untuk mengakhiri bursa transfer musim panas yang sulit.

Lanjut Baca:

Amorim juga dianggap sebagai langkah bodoh dan tidak perlu, karena kurangnya kecerdasan emosional dan empati terhadap sejarah bintang-bintang muda Manchester United yang berbakat di dalam negeri. Meskipun mengagumi kejujuran Amorim, ada perasaan yang berkembang di kalangan petinggi Manchester United bahwa sang manajer harus lebih cerdik di depan media. Tidak diragukan lagi, beberapa komentar publik Amorim yang "berterus terang" merupakan perubahan yang disambut baik dari sikap hambar rekan-rekannya di Liga Premier. Namun, di sisi lain, terkadang ada kenaifan yang mengkhawatirkan yang bahkan belum pernah Anda dengar dari Sir Alex Ferguson di masa-masa awalnya di klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya