Thierry Henry Pilih Sir Alex Ferguson daripada Pep Guardiola, Ini Alasannya

Thierry Henry menilai Sir Alex Ferguson lebih hebat daripada Pep Guardiola. Ia menegaskan alasannya dengan menyinggung sukses besar Ferguson bersama Aberdeen.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 11 September 2025, 14:01 WIB
Sir Alex Ferguson © AFP

Liputan6.com, Jakarta Thierry Henry tidak ragu ketika diminta memilih antara Sir Alex Ferguson atau Pep Guardiola sebagai manajer terbaik sepanjang masa. Legenda Arsenal itu menegaskan pilihannya jatuh pada Ferguson.

Meski pernah merasakan sukses besar bersama Guardiola di Barcelona, Henry beranggapan pencapaian Ferguson jauh lebih luar biasa. Ia menyebut sukses Ferguson membawa Aberdeen sebagai alasan utama di balik pilihannya.

Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah perdebatan di Sky Sports tentang siapa sosok manajer terhebat dalam sejarah sepak bola.


Henry Mantap Pilih Ferguson

Sir Alex Ferguson (c) AFP

Dalam perdebatan tersebut, Jamie Carragher lebih dulu menyampaikan pandangannya. “Saya akan memilih Sir Alex Ferguson daripada Pep, karena…,” ucap Carragher.

Henry langsung menyela dengan tegas, “karena dia melakukannya bersama Aberdeen.” Komentar itu menggarisbawahi bagaimana Ferguson sukses menembus dominasi raksasa Skotlandia.

Carragher kemudian setuju dengan pendapat itu. Henry pun menutup diskusi dengan pernyataan lugas: “Jadi, Sir Alex adalah pemenangnya.”


Jejak Sukses Ferguson di Skotlandia

Banyak mengatakan bahwa Sir Alex Ferguson merupakan manajer paling sukses di Liga Inggris. Hal tersebut terbukti dari 13 gelar juara Liga Inggris yang berhasil disabet Manchester United. Fergie tercatat berhasil mencapai 500 poin hanya dalam 242 laga. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Sebelum dikenal sebagai legenda Manchester United, Ferguson sudah membuktikan kualitasnya di Skotlandia. Bersama St Mirren, ia berhasil mengantar tim dari papan bawah Divisi Dua menuju gelar juara Divisi Satu pada 1977.

Meski akhirnya dipecat, prestasinya membuat Ferguson dipercaya menangani Aberdeen. Pada 1980, ia membawa klub tersebut meraih gelar liga, menjadi tim pertama di luar Celtic dan Rangers yang juara dalam 15 tahun.

Tak berhenti di sana, ia meraih Piala Skotlandia 1982 usai menundukkan Rangers 4-1, lalu membawa Aberdeen tampil di kancah Eropa.


Puncak Karier dan Warisan Abadi

Prestasi terbesar Ferguson bersama Aberdeen datang pada 1983 ketika mereka menyingkirkan Bayern Munich di semifinal Piala Winners, lalu menaklukkan Real Madrid 2-1 di final. Hingga kini, itu menjadi kekalahan terakhir Madrid di partai puncak kompetisi Eropa.

Setelah menghabiskan enam tahun di Aberdeen, Ferguson hijrah ke Inggris untuk menangani Manchester United pada 1986. Meski sempat kesulitan di awal, ia kemudian mencetak sejarah besar.

Di Old Trafford, Ferguson mempersembahkan 13 gelar Premier League dan dua Liga Champions. Warisannya menjadikannya salah satu manajer paling sukses sepanjang masa, dan alasan kuat mengapa Henry menilai Ferguson lebih hebat daripada Guardiola.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya