Liputan6.com, Jakarta Gugat cerai yang dilayangkan Meiza Aulia terhadap Eza Gionino tidak datang tiba-tiba. Menurut pengakuan Eza Gionino, ada serangkaian peristiwa yang menjadi pemicu, dari cekcok, niat memberi jeda, hingga ucapan talak yang terucap dalam kondisi emosi.
Eza Gionino membedah akar masalah dalam pernikahan yang berujung gugat cerai. Ia menyebut percekcokan yang terjadi pada awal Agustus adalah bumbu pernikahan yang lazim terjadi pada pasangan lain.
Advertisement
"Sebenarnya kalau masalah percekcokan rumah tangga saya, sebenarnya hampir sama dengan masalah-masalah rumah tangga di luar sana yang lain gitu lo. Cekcok dalam rumah tangga ibaratnya itu cuma bumbu-bumbu dalam masalah rumah tangga kita," kata Eza Gionino di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
"Kalau dibilang akumulasi berarti kan sama saja flashback semua masalah yang dulu, terus dijadikan satu. Itu saya rasa itu tidak baik ya. Jadi apa yang sudah pernah terjadi, masalah, itu kan diperbaiki," akunya. Rupanya, talak satu telah terucap.
Beri Ruang Untuk Tenangkan Diri
Atas percekcokan yang terjadi, Eza Gionino keluar rumah sementara waktu dengan tujuan memberi ruang bagi keduanya untuk mendinginkan kepala. Namun, niat baiknya itu justru direspons dengan kepergian sang istri dan anak-anak. Gugat cerai pun dilayangkan.
"Ya, jadi di saat saya bilang, 'Kita ada space dulu ya,' gitu, saya yang keluar dulu ya, gitu. Dan dia tahu kok saya tinggal di depan sana gitu, di apartemen depan," tutur Eza Gionino.
Ucap Talak Dalam Kondisi Emosi
Eza Gionino tak menampik sempat melontarkan talak kepada istri di saat cekcok terjadi, sebagai bentuk teguran untuk sama-sama saling introspeksi. Ia jug mengakui saat itu dalam kondisi emosi.
"Ya saya ucapkan. Adanya ucapan talak dalam kondisi emosi. Saya bilang saya talak satu ya gitu. Saya talak terus itu gunanya untuk memberikan teguran sebenarnya secara Islam dari saya pribadi supaya kita bisa sama-sama introspeksi diri," Eza Gionino menyambung.
Murni Masalah Komunikasi
Kuasa hukum Eza Gionino, Raka Danira, melanjutkam bahwa momen ucapan talak itu terjadi saat emosi memuncak dan jauh sebelum Echa memutuskan keluar dari rumah. Hal ini menunjukkan adanya jeda waktu antara ucapan tersebut dengan keputusan besar yang diambil istri kliennya.
"Itu pada saat emosi, itu jauh (dari momen Echa keluar rumah)," singkat Raka. Eza Gionino memastikan konflik ini murni masalah komunikasinya dengan sang istri, tanpa ada campur tangan pihak keluarga besar masing-masing.
Ia juga menepis adanya relasi buruk antara kedua keluarga sebagai pemicu masalah. "Dari saya pribadi saya rasa tidak ada sama sekali. Dari pihak keluarga saya, pihak keluarga istri saya. Ini memang pure komunikasi kita," pungkas Eza Gionino.