Liputan6.com, Jakarta- Salah satu tersangka kasus penculikan disertai pembunuhan MIP, kepala cabang bank BUMN, Eras, mengajukan diri sebagai justice collaborator ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Pengacara Eras, Adrianus Agal menjelaskan, langkah itu ditempuh agar seluruh fakta bisa terungkap di persidangan.
Advertisement
"Tentunya kami berharap nanti di persidangan, pertimbangan dari majelis hakim nanti dapat keringanan bagi klien kami," kata dia kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Adrianus Agal menyampaikan hal itu usai menjenguk kliennya bersama kawan-kawannya. Dia mengaku menerima informasi kliennya dan tersangka lain akan dipindahkan ke Cipinang. Karena masa penahanan di kepolisian sudah hampir habis.
"Jadi kami datang ingin membawa makanan kepada adik-adik kami. Masa penahanan di kepolisian itu batasnya 20 hari diperpanjang 40 hari," ujar dia.
Total Tersangka 15 Orang
Sejauh ini, total tersangka penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN mencapai 15 orang. Para pelaku dibagi dalam beberapa klaster, mulai dari otak intelektual, eksekutor, penjemputan paksa, hingga pengintai. Adrianus menyebut pihaknya mengapresiasi kinerja kepolisian dan menyerahkan sepenuhnya pengungkapan kasus ini ke pihak berwajib.
"Dari total 15 tersangka yang ditahan ini apakah itu masih gabungan oknum itu, tapi yang pasti kami apresiasi lah polisi, hanya karena ada kode etik yang tidak bisa kami dahului bicara untuk kami bicara. Tapi yang pasti informasi itu ya seperti itu," ucap dia.
Dia juga menyampaikan penerapan pasal terhadap kliennya sudah sesuai dengan perannya dalam klaster penjemputan paksa.
"Jadi kami hanya berharap sekarang proses perkara ini cepat berjalan, hingga kita bisa buktikan di persidangan," tandas dia.
Anggota TNI Terlibat
Seorang anggota TNI ikut diperiksa dalam kasus penculikan disertai pembunuhan MIP, kepala cabang bank BUMN. Namun, identitasnya belum diungkapkan.
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto membenarkan anggotanya diperiksa.
"Betul,” katanya kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Kronologi Penemuan Jenazah MIP
Jenazah Kepala kantor cabang bank di Jakarta berinisial MIP ditemukan di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 05.30 WIB.
Warga di area persawahan yang pertama kali menemukan jenazah dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sedangkan mata terlilit lakban. Polisi membawa jenazah kepala cabang bank itu ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk proses penyelidikan.
Detik-detik penculikan IP, terekam jelas dalam kamera CCTV pusat perbelanjaan kawasan Ciracas. Dalam video, IP terlihat berjalan santai menuju mobil hitam miliknya. Dia mengenakan batik coklat dan celana krem. Tidak ada tanda-tanda curiga.
Hingga saat dia membuka pintu mobilnya, tiba-tiba tiga pria tak dikenal muncul dari arah samping kanan. Ketiganya langsung menyergap IP. IP tampak mencoba melawan, namun kalah jumlah. Tubuhnya didorong, diseret, lalu dipaksa masuk ke dalam mobil putih yang sudah siaga tepat di sebelah mobilnya.
Aksi brutal itu hanya berlangsung beberapa detik sebelum mobil pelaku melaju cepat meninggalkan lokasi. Salah satu rekan kerja IP sempat melihat mobil putih tersebut kabur dari lahan parkir. Rasa curiga langsung muncul, namun sudah terlambat.
Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar mengatakan, sebelum disergap, IP baru saja menyelesaikan rapat dengan rekan-rekan kerjanya.
"Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga," ucapnya.