Liputan6.com, Jakarta PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menilai tren penurunan suku bunga acuan akan memberikan dampak positif bagi perusahaan, baik dari sisi penjualan maupun kinerja keuangan.
Direktur ASRI, Edward Ariadi Tanuwijaya menjelaskan, sekitar 50% pembeli properti perusahaan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Dengan penurunan suku bunga, diharapkan akan ada produk KPR dengan bunga yang lebih menarik sehingga mendorong penjualan.
Advertisement
“Kalau dilihat dari presentasi kita sebelumnya, kira-kira secara konsolidasi itu 50% dari pembeli itu menggunakan KPR. Jadi kalau misalkan memang ada produk-produk KPR yang ditawarkan, yang bunganya lebih menarik, harusnya akan membantu penjualan kita ke depannya,” kata Edward dalam konferensi pers Pubex Live 2025, dikutip Rabu (10/9/2025).
Selain dari sisi penjualan, penurunan suku bunga juga dinilai berdampak positif terhadap posisi keuangan perseroan.
“Dengan penurunan bunga ini mungkin nanti ada impact juga ke penurunan bunga dari pinjaman bank perusahaan ya, sesuai dengan BI rate yang turun. Jadi kalau misalkan memang terrealisasi penurunan suku bunganya atau interest rate-nya harusnya akan membantu di financial performance kita untuk tahun ini dan tahun depan dan seterusnya,” ujar Edward.
Dari sisi keuangan, Perusahaan membukukan total tanah sebesar Rp 1,116 miliar pada semester I 2025. Pendapatan tersebut terdiri dari segmen real estate sebesar Rp 665 miliar atau 60% dari penjualan, yang berasal dari penjualan tanah senilai Rp 337 miliar, rumah dan ruko senilai Rp 290 miliar, apartemen senilai Rp 19 miliar, serta gedung perkantoran senilai Rp 18 miliar.
Sementara itu, recurring income tercatat sebesar Rp 452 miliar atau 40% dari penjualan, yang berasal dari sewa properti komersial, pengelolaan kawasan, serta fasilitas pendukung lainnya. Pada periode yang sama, perusahaan mencatatkan laba bruto sebesar Rp 611 miliar dengan marjin laba bruto 55%, serta laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp 44 miliar.
Emiten ASRI Kaji untuk Ikut Garap Program 3 Juta Rumah
Sebelumnya, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menyatakan tengah mempelajari kemungkinan untuk turut berpartisipasi dalam program pemerintah membangun 3 juta rumah.
Direktur ASRI, Lilia Setiprawarti Sukotjo mengatakan, saat ini perusahaan masih menelaah kapasitas dan keberlanjutan bila terlibat dalam program 3 juta rumah.
"Terus terang kami juga sedang mempelajari untuk itu,” ujar Lilia dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Selasa (9/9/2025).
Dia menilai, kajian dilakukan untuk memastikan apakah produk yang akan dihasilkan dapat diserap pasar serta sesuai dengan segmen yang dituju. Ia menekankan produk yang diluncurkan akan berhubungan jangka panjang dengan penggunanya.
“Kalau mempelajari ini adalah apakah itu sesuai dengan kapasitas dari kami, kemudian serapannya bagaimana, kalau kami berhasil memproduksinya, kemudian dapatkah diserap, siapa marketnya, apakah kami dapat berkelanjutan untuk produk-produk ini karena bagaimanapun begitu produk diluncurkan, penghuninya itu akan becoming our family,” jelasnya.
Strategi di Sisa 2025
Lilia menambahkan, hasil dari kajian ini diharapkan dapat diketahui dalam waktu dekat.
Sementara itu, strategi pada sisa 2025, ASRI menyiapkan peluncuran beberapa proyek baru pada kuartal IV. Proyek tersebut mencakup segmen residensial maupun komersial yang diyakini mampu menjawab kebutuhan pasar.
“Kami harapkan ini bisa diserap dengan baik oleh pasar karena produk-produk kami ini kami yakini cukup inovatif, kemudian juga merupakan jawaban atas kebutuhan pasar yang ada saat ini,” pungkas Lilia.