Ribuan Mahasiswa Universitas Budi Luhur Ikuti Kegiatan Orientasi Peserta Didik Selama 3 Hari

Mahasiswa baru di Universitas Budi Luhur (UBL) mengikuti kegiatam pengenalan lingkungan kampus.

oleh Khulafa Pinta WinastyaDiterbitkan 10 September 2025, 12:54 WIB
Pengenalan Kampus Mahasiswa UBL. (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar acara Orientasi Peserta Didik (Ordik) untuk mahasiswa baru di lingkungan kampus di Jalan Ciledug Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Sebanyak 1.310 mahasiswa baru turut serta dalam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 9-12 September 2025.

Rektor UBL, Prof. Dr. Agus Setyo Budi menyampaikan sambutan hangat kepada para mahasiswa baru dalam acara tersebut. Ordik ini menurutnya bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru.

“Selama tiga hari ke depan, mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan fasilitas kampus, sarana prasarana, serta organisasi mahasiswa yang ada di Universitas Budi Luhur. Mereka juga akan diberikan penjelasan teknis tentang cara mengisi rencana studi, mengakses Learning Management System (LMS), dan peran dosen pembimbing akademik,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Rektor UBL juga menyampaikan jika kegiatan pengenalan lingkungan kampus itu turut dihadiri oleh perwakilan orang tua mahasiswa yang diundang oleh pihak Universitas Budi Luhur. 

 

 

Rektor UBL Beri Pesan ke Mahasiswa

Orientasi Mahasiswa UBL

Rektor menjelaskan, orientasi mahasiswa baru sepenuhnya dilaksanakan di lingkungan kampus. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan utama keamanan, mengingat beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini.

“Ordik selama tiga hari ini, akan ditutup dengan acara inaguratif yang turut dimeriahkan dengan penampilan dosen dan karyawan yang mengenakan baju adat. Di puncak acara ini mereka yang maksimal menampilkan tema kedaerahan akan mendapatkan reward,” katanya.

Dalam kesempatan ini, rektor juga menghimbau agar mahasiswa yang turut menyampaikan aspirasi dapat menjaga nama baik kampus dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merusak nama baik universitas.

Mengenai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus, Prof Agus mendukung terobosan yang dilakukan LLDIKTI Wilayah 3 dengan melakukan MoU dengan perguruan tinggi. “Penandatanganan ini diharapkan dapat memperkuat upaya tersebut,” ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya