Usai Akuisisi Blok Corridor, Medco Energi Targetkan Tambahan EBITDA

Tambahan kepemilikan di Blok Corridor ini akan memberikan dampak pada kinerja keuangan Medco Energi. Karena aset gas Koridor ini adalah aset dengan arus gas yang stabil.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 10 September 2025, 13:50 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi). Dok Medco

Liputan6.com, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi menuntaskan akuisisi 24% hak partisipasi (participating interest/PI) milik Repsol di Blok Migas Corridor. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Medco Energi di blok tersebut meningkat dari 46% menjadi 70%.

Direktur & Chief Administrative Officer Medco Energi, Amri Siahaan, menyatakan bahwa langkah ini sesuai dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan aset.

"Akuisisi ini sejalan dengan strategi kami, Medco tentunya, yaitu untuk memiliki dan mengembangkan aset berkualitas tinggi yang menghasilkan arus khas yang kuat, serta memperkuat komitmen kami terhadap pembangunan nasional, kita menjadi sangat penting dalam transisi energi. Fokus kami ini selalu pada aset-aset yang biasanya itu berproduksi dan punya potensi pertumbuhan," ujar Amri dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Rabu (10/9/2025).

Amri menegaskan bahwa aset di Blok Corridor sesuai dengan kriteria perusahaan dan mampu dikelola dengan baik. Amri menuturkan risiko di Blok Corridor bisa dipahami, serta mampu dikelola dengan baik.

“Jadi aset atau PI Repsol di Koridor ini tentu sangat-sangat memenuhi kriteria yang kami buat. Apalagi kami sebagai operator di sana," jelasnya.

Ia menjelaskan tambahan kepemilikan ini akan memberikan dampak pada kinerja keuangan Medco Energi. Karena aset gas Koridor ini adalah aset dengan arus gas yang stabil, Perseroan ada tujuh kontrak penjualan gas jangka panjang di sana, pembeli di Indonesia maupun Singapura.

Dengan asumsi harga minyak mid cycle, Perseroan memperkirakan aset ini dapat memberikan tambahan EBITDA sekitar USD 145 juta pada tahun 2026. Lebih lanjut, Amri menyampaikan bahwa akuisisi ini juga berdampak pada tambahan produksi.

"Nah, secara produksi aset ini itu menambah sekitar 25 ribu barel, equivalent to impact-nya," pungkasnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya