Liputan6.com, Jakarta Di tengah tren gaya hidup sehat yang dianut masyarakat global, bermunculan banyak inovasi bahan-bahan pendukung pangan sehat. Guna mendukung inovasi tren pangan sehat Informa Markets menggelar pameran di bidang industri makanan dan kesehatan bertajuk Food Ingredients Asia (Fi Asia 2025) dan Vitafoods Asia 2025 di Thailand.
Dua pameran berskala internasional tersebut digelar pada 17-19 September 2025 di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok.
Advertisement
Produk yang akan dipamerkan mencakup tren pangan sehat, inovasi bahan fungsional, hingga teknologi produksi mutakhir. Diantaranya protein alternatif berbasis tumbuhan dan mikroorganisme, ekstrak herbal khusus, antioksidan, hingga suplemen peningkat imunitas.
Di Thailand sendiri, pasar suplemen diproyeksi tumbuh 7-9 persen pada tahun ini. Pertumbuhan yang stabil ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan produk perawatan kesehatan preventif, terutama yang mendukung imunitas, fungsi kognitif, dan kesehatan kulit.
"Pasar suplemen makanan Thailand sedang mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh kualitas bahan baku lokal yang tinggi, pengetahuan tradisional, inovasi, dan standar produksi yang andal," kata Ketua Kelompok Industri Suplemen Makanan di bawah Federasi Industri Thailand, Nakah Thawichawatt dalam keterangan tertulis Selasa, 9 September 2025.
Acara ini bakal melibatkan 30.000 produsen, pembeli, dan pakar industri global.
Perlihatkan Potensi Riset yang Punya Nilai Komersial Tinggi
Dalam ajang Fi Asia dan Vitafoods Asia 2025, riset di bidang makanan sehat juga diperlihatkan yang punya nilai komersialisasi tinggi.
Beberapa hasil riset yang menjanjikan potensi komersial tinggi diantaranya pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan bahan aktif hingga pengembangan pangan nabati seperti disampaikan Wakil Dekan bidang Riset dan Inovasi, Fakultas Inovasi dan Teknologi Produk Pertanian, Universitas Srinakharinwirot Profesor Pisit Dhamvithee.
"Dengan berkolaborasi untuk mengidentifikasi topik riset berpotensi tinggi, memastikan koordinasi yang efektif, dan mengamankan pendanaan yang memadai, inovasi yang selaras dengan permintaan pasar dapat berhasil dikembangkan dan dipasarkan," kata Pisit.
Namun, jalan menuju komersialisasi tidak selalu mulus. Panusak Palawatpong, Wakil Presiden sekaligus Ketua Kelompok Bahan Pangan dan Pengolah Siap Saji di Asosiasi Pengolah Pangan Thailand, Panusak Palawatpong mengingatkan bahwa pelaku usaha masih dihadapkan pada tantangan besar.
Tantangan itu mulai dari ketidakpastian politik, persaingan global, hingga regulasi ketat dari mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat. Karena itu, investasi dalam sistem inspeksi, audit, serta pemenuhan standar keamanan pangan mutlak diperlukan agar produk Thailand bisa tetap kompetitif.