Liputan6.com, Jakarta Inggris tampil menawan saat melumat Serbia 5-0 di Stadion Rajko Matic, Belgrade. Hasil itu membawa mereka kukuh di puncak Grup K kualifikasi Piala Dunia 2026. Lima gol hadir lewat Harry Kane, Noni Madueke, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Marcus Rashford.
Dominasi The Three Lions membuat tuan rumah tak berkutik. Serbia bahkan harus bermain dengan 10 orang setelah Nikola Milenkovic diusir wasit pada menit ke-72 usai melanggar Kane. Rashford menutup pesta gol lewat eksekusi penalti di penghujung laga.
Advertisement
Kemenangan telak ini jadi jawaban setelah performa Inggris dikritik usai hanya menang 2-0 atas Andorra. Tuchel kini punya rekor sempurna: Lima kemenangan dari lima laga kompetitif sebagai pelatih.
Tuchel Puji Teamwork Murni Inggris
Thomas Tuchel tidak ragu menyebut kemenangan ini sebagai contoh ideal bagi skuadnya. “Saya pikir itu kerja sama dalam bentuk paling murni,” ujarnya. “Kami saling membantu, menjaga intensitas, dan disiplin. Kami tidak memberi mereka satu pun tembakan ke gawang.”
Pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa performa kolektif menjadi kunci. Ia menyoroti bagaimana setiap pemain berkomitmen menjaga ritme permainan hingga akhir. “Kalau mau melakukan ini, Anda harus mendukung satu sama lain dan tetap konsisten,” tambahnya.
Bagi Tuchel, kemenangan atas Serbia bukan sekadar hasil, tetapi bukti bahwa tim mulai solid. Ia mengaku puas dengan perkembangan pesat dalam waktu singkat bersama skuad Inggris.
Kemenangan Sebagai Standar Baru
Tuchel menyebut laga di Belgrade sebagai patokan yang harus dipertahankan. “Itu standar. Para pemain melakukan pekerjaan luar biasa, semua kredit untuk mereka,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses adaptasi belum sepenuhnya rampung. “Kami baru melewati tiga minggu latihan, biasanya ini sama dengan setengah pramusim. Namun, mereka menunjukkan kualitas luar biasa.”
Dengan keunggulan tujuh poin dari Albania di posisi kedua, Inggris hanya butuh lima poin dari tiga laga tersisa untuk memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.