Pertamina Pasok Bahan Bakar Nabati HVO buat Operasional Data Center

Saat ini, HVO Pertamina Patra Niaga diproduksi di Green Refinery di Kilang RU IV Cilacap.

oleh Tira SantiaDiperbarui 09 September 2025, 21:53 WIB
Melalui sertifikasi ISCC, Produk HVO Pertamina memperoleh pengakuan bahwa penggunaan produk ini berkontribusi pada penurunan emisi karbon hingga 65-70% dari bahan bakar umumnya sehingga layak disebut sebagai green product.

Liputan6.com, Jakarta Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), memasok produk bahan bakar nabati Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Pertamina Renewable Diesel sebagai bahan bakar diesel dalam operasional data center di Indonesia.

Pada komitmen ini, perusahaan menjalin kemitraan dengan Princeton Digital Group (PDG), penyedia data center di Asia Pasifik. Princeton Digital Group merupakan perusahaan data center yang berkedudukan di Indonesia memiliki kantor pusat di Singapura dengan wilayah operasi Indonesia, China, Malaysia, Jepang dan India.

Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis kedua perusahaan dalam mendukung upaya dekarbonisasi, sejalan dengan target Indonesia mencapai net zero emission pada tahun 2060.

Direktur Pemasaran Pusat & Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menyampaikan bahwa kemitraan ini mencerminkan peran Pertamina Patra Niaga sebagai energy solution provider dan mitra utama dalam transisi energi sektor industri.

“Melalui layanan Pertamina One Solution, kami tidak hanya menyediakan bahan bakar yang lebih bersih, tetapi juga menghadirkan dukungan logistik dan infrastruktur yang efisien. Hal ini memastikan operasional mitra bisnis, termasuk PDG, dapat berjalan secara optimal sekaligus berkelanjutan,” ujar Alimuddin.

Implementasi HVO di sektor data center menandai komitmen bersama untuk mengurangi emisi karbon melalui pemanfaatan energi bersih yang lebih ramah lingkungan yang dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara PT Pertamina Patra Niaga PT Princeton Digital Group Data Centres di Jakarta pada Selasa (9/9).

HVO merupakan bahan bakar nabati terbarukan yang dapat dapat diolah dari 100% minyak nabati / lemak hewani / minyak jelantah (used cooking oil).

 

Diproduksi di Kilang RU IV Cilacap

Pertamina Patra Niaga menjalin kemitraan strategis dengan Princeton Digital Group (PDG), penyedia data center untuk pemanfaatan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO)

Saat ini, HVO Pertamina Patra Niaga diproduksi di Green Refinery di Kilang RU IV Cilacap dan menggunakan bahan baku 100% sumber daya terbarukan yang memiliki potensi mereduksi life cycle greenhouse gas emissions hingga 70%.

Ia menambahkan, kerja sama strategis dengan PDG juga memiliki dampak yang lebih luas. “Selain mendorong dekarbonisasi, kami ingin agar kemitraan ini menjadi standar baru dalam pemanfaatan energi bersih di sektor data center. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina Group dalam memperkuat implementasi ESG serta mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan nasional,” jelasnya.

“Kemitraan kami dengan Pertamina Patra Niaga mencerminkan komitmen PDG terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan di kawasan Asia Pasifik,” kata Varoon Raghavan, Chief Operating Officer dan Co-founder PDG.

 

Kerjasama dengan Sektor Lain

Kilang Cilacap saat ini telah menyelesaikan proyek green refinery phase 1 dan akan dikembangkan dengan phase 2 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dari saat ini 3 KBPD menjadi 6 KBPD serta kemampuan untuk meningkatkan komponen nabati pada SAF dari 2,4 persen menjadi 100 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Varoon menambahkan seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, PDG hadir mendukung transformasi ini melalui pusat data yang dibangun untuk skala besar dan keberlanjutan.

“Implementasi HVO di Indonesia menjadi langkah penting dalam strategi kami untuk menurunkan emisi Scope 1 dan mempercepat transisi energi, sekaligus menetapkan standar baru bagi infrastruktur digital yang ramah lingkungan di kawasan ini,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga terus berinovasi menghadirkan produk energi rendah emisi, termasuk HVO, untuk mendukung berbagai sektor industri dalam perjalanan transisi energi.

Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga dan PDG menunjukkan bahwa sinergi antara penyedia energi dan industri pengguna dapat mempercepat pencapaian target dekarbonisasi nasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis secara berkelanjutan.

Selain di sektor data center, Pertamina Patra Niaga juga menjalin kerja sama penggunaan HVO dengan beberapa konsumen di sektor pertambangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya