Uli Hoeness Sindir Liverpool: Transfer Florian Wirtz Seperti Main Monopoly!

Uli Hoeness ungkap Bayern mundur dari transfer Florian Wirtz karena harga selangit. Ia sindir Liverpool dan Premier League yang disebut seperti main Monopoly.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 09 September 2025, 06:04 WIB
Playmaker Liverpool, Florian Wirtz (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta Uli Hoeness kembali melontarkan komentar tajam terkait dinamika transfer musim panas ini. Presiden kehormatan Bayern Munich itu menegaskan klubnya tidak akan pernah mengeluarkan dana besar untuk satu pemain, setelah Florian Wirtz resmi bergabung dengan Liverpool.

Wirtz pindah dari Bayer Leverkusen dengan nilai £116 juta, sebuah rekor untuk klub Premier League tersebut. Bayern sempat berminat, namun memilih mundur karena enggan memenuhi banderol tinggi sang bintang muda Jerman.

Hoeness menyebut strategi belanja Liverpool, serta klub Premier League lain seperti Newcastle, sebagai bentuk transfer yang tak realistis. Ia bahkan mengibaratkan pasar pemain musim panas ini seperti permainan “Monopoly”.


Bayern Mundur dari Perburuan Wirtz

Gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz (kiri), dan bek Liverpool asal Hungaria #06, Milos Kerkez, melakukan pemanasan menjelang pertandingan persahabatan pramusim kedua antara Liverpool dan Athletic Bilbao di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 4 Agustus 2025. (Darren Staples/AFP)

Meski mengakui kualitas Wirtz, Hoeness menegaskan Bayern tidak akan masuk perang harga. “Tentu kami ingin Florian Wirtz, tapi kami tidak pernah akan membelinya seharga 150 juta euro,” ujarnya.

Menurut Hoeness, Bayern puas dengan skuad yang dimiliki tanpa harus melakukan belanja besar. Ia menilai kekuatan inti tim sudah cukup untuk menghadapi musim baru.

Bayern akhirnya menutup bursa transfer dengan pengeluaran sekitar 75 juta pounds, sekaligus menyeimbangkan neraca lewat sejumlah penjualan besar.


Kritik untuk Premier League

Aksi Florian Wirtz di laga Liverpool vs Bournemouth di Anfield, Sabtu (16/08/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Ian Hodgson).

Hoeness menyoroti perbedaan pendekatan antara klub Jerman dan Inggris. Ia menyebut Liverpool dan Newcastle sebagai contoh klub yang boros demi mendapatkan target mereka.

“Klub lain bermain Monopoly. Newcastle membayar besar untuk Nick Woltemade ketika kami juga tertarik. Itu bukan cara kerja Bayern. Kami tidak akan terbawa dalam permainan seperti itu,” tegasnya.

Bagi Hoeness, Bayern lebih memilih stabilitas keuangan jangka panjang ketimbang risiko dari transfer besar.


Strategi Kontras Bayern dan Liverpool

Liverpool berharap Wirtz bisa segera membuktikan kualitasnya meski awal musim berjalan lambat. Pemain 21 tahun itu digadang-gadang menjadi pusat proyek jangka panjang di bawah Arne Slot.

Bayern, di sisi lain, percaya dengan pendekatan yang lebih seimbang. Kehadiran Vincent Kompany di kursi pelatih menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan skuad yang ada.

Dua strategi berbeda ini mencerminkan jurang finansial yang semakin lebar antara Bundesliga dan Premier League. Bayern mengandalkan efisiensi, sementara Inggris terus mendominasi pasar dengan kekuatan dana.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya