Keraton Yogyakarta Gelar Tradisi Grebeg Maulud, Warga Tumpah Ruah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 06 September 2025, 14:15 WIB
Keraton Yogyakarta Gelar Tradisi Grebeg Maulud
Keraton Yogyakarta menggelar prosesi Grebeg Maulud, salah satu budaya Yogyakarta yang rutin dilakukan dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Melalui simbol-simbol yang dihadirkan, tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, berbagi rezeki, serta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat. Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah memadati kawasan Masjid Agung Solo untuk menyaksikan prosesi kirab dua gunungan yang menjadi ikon perayaan. Melalui Grebeg Maulud tahun ini diharapkan dapat memberikan nuansa yang lebih khidmat dalam peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW.
Para pengawal keraton yang dikenal secara lokal sebagai ‘abdi dalem’ membawa gunungan, sebuah persembahan berbentuk gunung dari hasil panen, selama upacara Grebeg, tradisi suci Keraton Yogyakarta pada 5 September 2025. (DEVI RAHMAN/AFP)
Keraton Yogyakarta menggelar prosesi Grebeg Maulud, salah satu budaya Yogyakarta yang rutin dilakukan dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. (DEVI RAHMAN/AFP)
Melalui simbol-simbol yang dihadirkan, tradisi ini mengajarkan nilai kebersamaan, berbagi rezeki, serta hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat. (DEVI RAHMAN/AFP)
Ribuan warga dan wisatawan tumpah ruah memadati kawasan Masjid Agung Solo untuk menyaksikan prosesi kirab dua gunungan yang menjadi ikon perayaan. (DEVI RAHMAN/AFP)
Melalui Grebeg Maulud tahun ini diharapkan dapat memberikan nuansa yang lebih khidmat dalam peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW. (DEVI RAHMAN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya