Netanyahu Labeli PM Belgia sebagai Pemimpin Lemah Jelang Pengakuan Negara Palestina

Belgia menjadi salah satu negara Barat yang akan mengakui Negara Palestina pada September ini.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 05 September 2025, 09:48 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (3/9/2025) menyebut Perdana Menteri Belgia Bart De Wever sebagai pemimpin lemah. Netanyahu mengecam keputusannya untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

"Perdana Menteri Belgia de Wever adalah seorang pemimpin lemah yang berusaha menenangkan terorisme Islam dengan mengorbankan Israel. Dia ingin memberi makan buaya teroris sebelum buaya itu melahap Belgia," kata kantor Netanyahu dalam unggahan di akun resminya di platform media sosial X.

Sehari sebelumnya, Selasa (2/9), Belgia menjadi negara Barat terbaru yang menyatakan akan mengakui Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB bulan ini, setelah pengumuman serupa dari Australia, Kanada, dan Prancis.

Dalam unggahannya di X, Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot mengatakan bahwa keputusan ini diambil mengingat tragedi kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza, seraya menambahkan bahwa sanksi tegas sedang dijatuhkan terhadap pemerintah Israel.

Israel Tidak Berhenti

Mereka mendesak warga Palestina untuk mengungsi dari tempat tinggal mereka di kamp pengungsi Tulkarem di Tepi Barat yang diduduki. (Jaafar ASHTIYEH/AFP)

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich pada Rabu menyerukan aneksasi atas sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki, menyusul langkah internasional untuk mengakui Negara Palestina.

Meski menghadapi tekanan yang meningkat di dalam negeri maupun luar negeri untuk mengakhiri serangan brutalnya di Gaza yang hampir berlangsung dua tahun, Israel belakangan justru meningkatkan operasi militernya sambil menyiapkan langkah untuk merebut Kota Gaza, tempat di mana PBB telah menyatakan terjadinya kelaparan.

Perang yang terjadi di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang diklaim Israel menewaskan 1.219 orang.

Sementara itu, serangan balasan Israel sejak hari yang sama menurut otoritas kesehatan Gaza telah menewaskan sedikitnya 63.746 warga Palestina. Sebagian besar di antaranya dilaporkan adalah warga sipil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya