Mahfud MD soal Demo Ricuh: Tangkap Saja Kalau Ada yang Makar

Mahfud mengatakan, jika terbukti ada tindakan mengarah makar di balik gelombang aksi massa di berbagai daerah maka aparat harus segera menindaknya.

oleh Lia HarahapDiperbarui 04 September 2025, 20:27 WIB
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut tiga Mahfud MD. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra).

Liputan6.com, Jakarta - Demonstrasi di sejumlah daerah pada 28-30 Agustus 2025 lalu berakhir ricuh. Tak hanya melakukan pembakaran, sejumlah rumah anggota DPR hingga menteri dijarah.

Presiden Prabowo Subianto melihat gelagat rentetan demo ricuh akhir pekan lalu mengarah pada perbuatan melawan hukum dan makar.

Pernyataan Presiden direspons mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

 

Pelaku Makar Harus Segera Ditindak

Usai aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jakarta, Kamis (28/8/2025) dibubarkan, sekelompok massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menurut dia, jika terbukti ada tindakan mengarah makar di balik gelombang aksi massa di berbagai daerah maka aparat harus segera menindaknya.

"Ya, ditangkap saja kalau ada yang makar," ucap Mahfud saat ditemui di kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (4/9/2025).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menjelaskan bahwa definisi makar telah tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pertama, makar adalah tindakan untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

"Kedua, adanya gerakan yang bertujuan agar presiden dan wakil presiden tidak bisa bekerja. Itu makar namanya. Apa ada ke arah itu? Saya tidak tahu, kan? Pemerintah lebih tahu," ujar Mahfud.

 

Mahfud Duga Demo Rusuh Ditunggangi

Kericuhan ini merupakan buntut dari peristiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) sore saat aksi demo di Pejompongan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Ia menyebut gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah sejatinya adalah gerakan organik yang lahir dari masyarakat sebagai akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang belum ditanggapi serius.

Namun, Mahfud menduga gerakan itu kemudian ditunggangi pihak tertentu. Dia kemudian menjelaskan makna dari menunggangi dan mendalangi berbeda. Mendalangi bisa diartikan seseorang yang merencanakan dan menggerakkan.

"Demo ini aslinya organik, ada alasan yang memang muncul dari bawah dan riil. Masyarakat organik, makanya tidak tersentuh oleh intelijen sebelumnya, tiba-tiba muncul. Cuma, kemudian ada yang menunggangi," katanya.

Prabowo Sebut Rentetan Demo Rusuh Mengarah ke Makar

Massa berkumpul saat terjadi ricuh akibat unjuk rasa di sekitar jalan Pejompongan, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Polisi menembakan gas air mata di kerumunan massa setelah unjuk rasa pelajar STM bentrok dengan aparat kepolisian dibelakang Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah tetap menghormati aspirasi rakyat yang disampaikan secara damai, namun ia mengingatkan adanya gejala tindakan di luar hukum yang mengarah pada makar dan terorisme.

"Sekali lagi, aspirasi murni harus dihormati. Hak untuk berkumpul secara damai harus dilindungi. Namun, tidak dapat dipungkiri adanya gejala tindakan di luar hukum, bahkan yang mengarah kepada makar dan terorisme," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya