Sejarah dan Perkembangan Olahraga Padel di Indonesia: Dibawa Ekspatriat hingga Jadi Tren Urban

Olahraga padel, yang merupakan perpaduan tenis dan squash, telah berkembang pesat di Indonesia. Cabor ini baru mulai diperkenalkan di tanah air pada 2010-an, tetapi sudah berkembang menjadi tren urban dalam kurang dari dua dekade.

oleh Theresia Melinda IndrasariDiterbitkan 05 September 2025, 06:00 WIB
Padel merupakan olahraga yang diperkenalkan di Indonesia oleh komunitas ekspatriat, tetapi kini telah berkembang menjadi permainan yang digandrungi kaum urban tanah air.(Liputan6.com/Thomas)

Liputan6.com, Jakarta - Padel merupakan olahraga raket yang memadukan elemen tenis dan squash. Cabor ini baru diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2010-an. Bali jadi daerah yang pertama kali membuka pintu bagi perkembangan padel tanah air.

Sebelum berkembang menjadi olahraga populer kaum urban, padel semula dibawa oleh komunitas ekspatriat dari Spanyol serta Argentina.

Penyebarannya tergolong cepat lantaran permainan ini menawarkan dinamika yang unik dengan lapangan berdinding dan bola yang memantul.

Di samping itu, padel juga diminati karena memberi akses mudah bagi pemula dan bisa dimainkan secara berpasangan.

Hal ini membuat olahraga tersebut dipandang sebagai opsi aktivitas menarik, yang bukan hanya menyehatkan, tetapi juga bermanfaat mempererat hubungan sosial.

Lantas bagaimana sejarah terciptanya padel hingga berkembang menjadi olahraga yang digandrungi penduduk kota besar? Simak ulasan lengkapnya pada halaman berikut ini.


Sejarah Padel Global: Diciptakan di Meksiko

PB Padel Indonesia (PBPI) DKI Jakarta kembali menggelar Ion Water Team Showdown

Padel pertama kali diciptakan pada 1969 di Puerto de Acapulco, Meksiko. Enrique Corcuera merupakan inisiator terbentuknya olahraga ini.

Dilansir dari situs International Padel Federation, Corcuera sejatinya merupakan penggemar tenis.

Akan tetapi, dia tidak punya cukup laha di pekarangan rumahnya untuk membangun lapangan tenis biasa.

Alhasil, dia membuat versi lapangan lebih kecil berukuran 20 x 10 meter, dengan tetap disertai net tenis. Corcuera juga menambahkan tembok semen setinggi 3 meter dan pagar kawat di sekelilingnya untuk mencegah bola keluar.

Istri Enrique, Viviana yang juga merupakan mantan Miss Argentina lantas merancang peraturan padel pertama. Ini dia lakukan sebagai hadiah ulang tahun bagi sang suami.

 


Bergerak ke Spanyol

Keseruan padel di OMIA 2025 (Liputan6.com/Thomas)

Padel baru mulai kemudian diperkenalkan di Spanyol pada tahun 1970-an oleh Pangeran Alfonso de Hohenlohe.

Dia sempat menghabiskan liburan musim panas di rumah Corcuera, sehingga mendorongnya untuk membangun lapangan padel serupa di Hotel Marbella Club yang dimiliki di Andalusia.

Dari Spanyol, popularitas padel meluas pesat ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Latin, terutama Argentina, setelah seorang anggota klub tenis Alfonso bernama Julio Menditeguy mengimpor olahraga ini ke negara tersebut.

Lanjut Baca:

p>Lapangan padel pertama di Argentina lantas dibangun di Club Tortugas, Mar de la Plata Ocean Club, hingga akhirnya menyebar ke kota-kota kota-kota lain. Kehadiran Federation International de Padel (FIP) pada 12 Juli 1991 di Madrid, Spanyol, menandai standardisasi dan promosi olahraga ini secara global. Sejak saat itu, padel tidak hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga berkembang menjadi cabang olahraga profesional dengan kejuaraan internasional. FIP lantas memutuskan untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Padel setiap dua tahun. Pada 1992, Kejuaraan Dunia Padel FIP pertama diadakan di Spanyol, tepatnya Madrid dan Sevilla, disusul Kejuaraan Dunio Junior di La Plata Argentina 8 athun berselang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya