Rafael Struick Beberkan Faktor yang Membuat Serangan Garuda Muda Mandek Saat Hadapi Laos

Rafael Struick tak menampik ada faktor penting yang menjadi penyebab Timnas Indonesia U-23 gagal menaklukkan Laos pada laga pembuka Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 03 September 2025, 23:21 WIB
Rafael Struick beraksi dalam duel Timnas Indonesia U-23 melawan Laos U-23 pada Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (3/9/2025). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Liputan6.com, Jakarta Rafael Struick tak menampik ada faktor penting yang menjadi penyebab Timnas Indonesia U-23 gagal menaklukkan Laos pada laga pembuka Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Walau tampil dominan di hadapan pendukung sendiri, skuad Garuda Muda kesulitan memanfaatkan peluang emas sehingga hanya bisa meraih hasil imbang.

Bertanding di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (3/9/2025) malam, Indonesia sejatinya menciptakan banyak kesempatan. Namun, masalah klasik di lini depan kembali muncul, membuat laga berakhir tanpa gol hingga peluit panjang.

Hasil tersebut jelas menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Gerald Vanenburg yang dituntut tampil lebih tajam pada laga berikutnya.


Data Pertandingan

Gelandang Timnas Indonesia U-23, Robi Darwis berduel dengan striker Timnas Laos U-23, Peeter Phanthavong dalam laga perdana Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (3/9/2025) malam. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Mengacu pada catatan Lapang Bola, Indonesia U-23 sebenarnya unggul telak di semua aspek. Mereka mendominasi penguasaan bola 83-27 persen, melepaskan 25 tembakan berbanding 1 milik Laos, serta mengarahkan 5 sepakan tepat sasaran, sementara lawan tak mencatatkan satu pun.

Tak hanya itu, Garuda Muda juga lebih unggul dalam operan sukses 526-102, tendangan sudut 9-1, penciptaan peluang 15-0, serta umpan ke area berbahaya 27-2.


Komentar Struick

Jens Raven beraksi dalam duel Timnas Indonesia U-23 melawan Laos U-23 pada Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Rabu (3/9/2025). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Di sisi lain, Laos U-23 juga menunjukkan permainan disiplin. Tim asuhan Ha Hyeok-jun bahkan mencatat 26 sapuan, 5 penyelamatan, serta 11 tekel berhasil, sedikit lebih banyak dibanding Indonesia.

"Secara keseluruhan kami tampil baik. Apa yang kami latih berhasil kami terapkan. Kami bisa menguasai bola dan sabar membangun serangan," ungkap Struick.

"Namun, di area sepertiga akhir, kualitas kami masih kurang. Entah itu sentuhan, umpan terakhir, atau penyelesaian. Faktor-faktor kecil itu membuat kami gagal memecah kebuntuan," jelasnya.

Menurutnya, keberuntungan juga punya peran. "Kadang butuh momen tepat—umpan akurat atau tembakan keras ke gawang—tapi kali ini hasilnya tidak sesuai harapan," tambahnya.


Apresiasi untuk Laos

Pemain Timnas Indonesia U-23, Arkhan Fikri menggiring bola dalam laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Laos di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (03/09/2025). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Meski kecewa, Struick tetap memberi penghargaan pada kerja keras Laos. Namun, ia menegaskan kegagalan meraih tiga poin lebih karena kesalahan timnya sendiri.

"Mereka bermain cukup baik, tapi yang membuat kami tidak menang adalah kesalahan kami. Kami lebih mendominasi, punya banyak peluang, tapi tidak bisa menuntaskannya," ujar Struick.

"Jadi ini bukan soal lawan yang lebih kuat, tapi murni karena kami sendiri gagal memanfaatkan kesempatan," pungkasnya.

Sumber: Bola.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya