Banyak Sengketa di Bursa Transfer Musim Panas 2025, Viktor Gyokeres: Pemain Tidak Punya Kuasa Penuh

Penyerang anyar Arsenal, Viktor Gyokeres menilai banyaknya polemik seputar transfer pemain sepanjang bursa musim panas 2025 bisa saja diselesaikan apabila klub memiliki pendirian jelas terhadap sang pemain.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 03 September 2025, 21:00 WIB
Penyerang Arsenal asal Swedia, Viktor Gyokeres, merayakan gol kelima Arsenal dalam laga Premier League kontra Leeds United di Stadion Emirates, London, (23/08/2025). (HENRY NICHOLLS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bintang anyar Arsenal, Viktor Gyokeres mengungkapkan pendapatnya soal banyaknya polemik yang terjadi antara klub dan pemain sepanjang bursa transfer musim panas 2025. Menurutnya, klublah yang punya kuasa penuh atas seorang pemain.

"Kami semua (hanya) bermain, dan saya pikir klublah yang memiliki kekuatan paling besar," ujar Gyokeres. "Mungkin sulit bagi pemain untuk memilih (keputusan) dalam banyak kasus."

Penyerang berkebangsaan Swedia tersebut juga mengalami hal serupa pada awal jendela transfer kemarin. Ia yang terikat kontrak bersama Sporting Lisbon sempat menemui jalan buntu kala mengindikasikan ingin bergabung dengan klub lain.

Bukan hanya Gyokeres, saga transfer serupa juga terjadi pada Alexander Isak dan Yoane Wissa. Sebaliknya, pemain yang menunjukkan profesionalisme seperti Marc Guehi malah tak berhasil pamit dari klubnya, Crystal Palace.

Kini, dengan berakhirnya bursa transfer musim panas pada Selasa (2/9/2025) dini hari, para pemain yang tak berhasil pergi akan kembali bermain bersama klubnya saat ini sembari menunggu jendela transfer dibuka kembali.


Klub Berhak Atas Nasib Seorang Pemain

Potret Viktor Gyokeres kala masih berseragam klub asal Portugal, Sporting Lisbon. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Menurut Gyokeres, sebuah klub bisa melakukan apa saja untuk menentukan nasib karier seorang pemain. Bahkan jika klub ingin menyingkirkan seorang pemain dari tim, mereka dapat dengan mudah melakukannya.

"Kalau ada pemain yang tidak diinginkan di klub, menurut saya justru sebaliknya, dia (pemain) tidak punya kuasa apa pun," tutur Gyokeres. "klub benar-benar bisa melakukan apa pun yang mereka mau terhadap para pemain."

Sebagai top skorer Liga Portugal, Gyokeres merasa bahwa ia sudah siap untuk naik ke level yang lebih tinggi. Beberapa klub sempat menawar Gyokeres, namun Sporting Lisbon dengan tegas menyatakan bahwa ia tak dijual.

Terjadi perdebatan panjang antara agen Gyokeres dengan klub. Sang pemain bahkan enggan berlatih dan ikut pramusim sebagai hasil dari isu tersebut. Akhirnya, Sporting Lisbon melepas Gyokeres ke Arsenal dengan nilai 63,5 juta euro.


Gyokeres Sebut Situasi Dirinya Mirip dengan Isak

Alexander Isak dikenalkan sebagai pemain baru Liverpool setelah saga transfer panjang hingga mendekati menit terakhir di bursa transfer musim panas tahun 2025. (Official Liverpool FC)

Rekan lini serang Gyokeres di Timnas Swedia, Alexander Isak juga baru saja menyelesaikan kepindahannya dari Newcastle United menuju Liverpool pada menit terakhir bursa transfer. Rumitnya proses transfer yang dialami Isak dapat dipahami oleh Gyokeres.

Lanjut Baca:

"Ya, saya sudah bilang sebelumnya tentang situasi saya. Saya rasa itu bisa terjadi karena kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di balik layar," ujar Gyokeres menanggapi situasi transfer Isak. Penyerang eks Brighton tersebut telah mengucapkan selamat atas rampungnya saga transfer Isak. Mereka berdua akan jadi andalan lini depan Timnas Swedia pada jeda internasional kali ini kontra Slovenia dan Kosovo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya