Kesedihan Sri Mulyani dan Curhat Uya Kuya Serta Istrinya saat Lihat Video Rumahnya Dijarah

Rumah Sri Mulyani dan Uya Kuya diobrak abrik kelompok orang tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) malam.

oleh SupriatinDiperbarui 03 September 2025, 15:57 WIB
Sri Mulyani dan Uya Kuya

Liputan6.com, Jakarta- Penjarahan menyisakan kesedihan bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya. Rumah keduanya diobrak abrik kelompok orang tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Penjarahan rumah Sri Mulyani dikaitkan dengan penyataannya bahwa guru adalah beban negara. Sri Mulyani sempat membantah tudingan dirinya pernah melontarkan kalimat tersebut.

Sementara penjarahan rumah Uya Kuya buntut aksi joget pada sidang tahunan DPR/MPR RI pada Jumat (15/8/2025).

Sri Mulyani mengaku sedih penjarahan membuat dirinya kehilangan lukisan bunga di atas kanvas besar. Lukisan itu dibuat Sri Mulyani pada 17 tahun silam.

Melalui akun Instagram resminya @smindrawati, Sri Mulyani mengunggah sosok laki-laki yang diduga mengambil lukisan bunga itu. Pria itu memakai jaket bewarna merah dan helm hitam, tampak memanggul lukisan berukuran besar di pundaknya.

“Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya yang menjadi target operasi jarahan hari minggu akhir Agustus 2025 dini hari,” tulis Sri Mulyani dalam akun instagram pribadinya, Rabu (3/9/2025).

Kehilangan Kenangan Tak Ternilai

Sri Mulyani menyebut, bagi penjarah, lukisan bunga itu bernilai uang. Sementara bagi dirinya, lukisan tersebut adalah hasil dan simbol perenungan serta kontemplasi diri.

“Seperti rumah tempat anak-anak saya tumbuh dan bermain, sangat pribadi dan menyimpan kenangan tak ternilai harganya," ucapnya.

"Lukisan Bunga itu telah raib lenyap seperti lenyapnya rasa aman, rasa kepastian hukum dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” sambung dia.

Sri Mulyani menyebut lukisan bunga itu kini telah lenyap bak rasa aman, kepastian hukum, dan perikemanusiaan yang adil dan beradab di Indonesia. Dia menilai penjarah seperti berpesta usai mengambil barang dari rumahnya.

"Para penjarah seperti berpesta, bahkan diwawancara reporter media, "Dapat barang apa, mas?" Dijawab ringan, dengan nada sedikit bangga tanpa rasa bersalah, " Lukisan". Liputan penjarahan dimuat di media sosial dan diviralkan secara sensasional," kata Sri.

Menurut Sri Mulyani, penjarahan itu menunjukkan hilangnya hukum dan akal sehat serta peradaban.

"Hilang hukum, hilang akal sehat, dan hilang peradaban dan kepantasan, runtuh rasa perikemanusiaan. Tak peduli rasa luka yang tergores dan harga diri yang dikoyak yang ditinggalkan Absurd!" imbuh dia.

Uya Kuya Sempat Tak Berani Lihat Video Penjarahan Rumahnya

Uya Kuya butuh waktu tiga hari untuk mengumpulkan keberanian melihat video penjarahan rumahnya yang beredar di media sosial. Penjarahan terjadi pada 30 Agustus 2025. Uya Kuya baru berani melihat video penjarahan pada 2 September 2025.

"Baru malam ini saya berani lihat video-video penjarahan rumah saya di sosmed," tulis Uya Kuya lewat story Instagramnya, Selasa (2/9/2025).

Pada Senin (1/9/2025), Uya Kuya sempat mengunggah foto kondisi rumahnya usai jadi sasaran penjarahan ke media sosial. Tampak pakaian berserakan dalam rumah bercat putih itu.

"Semoga apa yang kalian ambil bermanfaat buat kalian," kata Uya.

Istri Uya Kuya Ikhlas

Istri Uya Kuya, Astrid Kuya mengaku ikhlas rumahnya dijarah orang tak dikenal. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN itu berharap barang-barang yang diambil warga dapat bermanfaat.

"Saya ikhlas lahir batin," kata Astrid usai mengikuti rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Astrid mengaku tidak ingin larut dalam kesedihan atas musibah yang menimpa keluarganya. Dia memilih untuk tetap bersikap positif dan berharap kebaikan datang kepada orang-orang yang mengambil barang dari rumahnya.

“Jadi kalau yang terjadi sama saya, saya ikhlaskan lahir batin. Insya Allah yang mereka ambil itu bisa bermanfaat buat mereka,” ujarnya.

Meski sudah ikhlas, Astrid berharap tiga kucing peliharaan yang dijarah massa bisa dikembalikan. Dia sudah menyerahkan ke pihak kepolisian untuk mencari kucing tersebut.

Astrid mengaku terus berdoa agar ada pihak yang berniat baik mengembalikan hewan kesayangannya itu.

“Berharap sangat kembali. Tapi ini kan berdoa saja. Dari kemarin juga saya berdoa, semoga ada yang berniat baik untuk mengembalikan,” katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya