Lini Tengah Super AC Milan: Pengalaman, Kualitas, dan Fleksibilitas dalam Satu Paket

Musim panas ini, AC Milan diyakini telah menemukan solusi terbaik untuk lini tengah mereka.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 02 September 2025, 16:02 WIB
Gelandang AC Milan, Luka Modric, merayakan gol timnya dalam laga Serie A antara Lecce dan AC Milan di Stadion Via del Mare, Lecce, Italia, Jumat, 29 Agustus 2025. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta Musim panas ini, AC Milan diyakini telah menemukan solusi terbaik untuk lini tengah mereka. Komposisi baru yang dihadirkan bukan hanya menambah kekuatan, tetapi juga memberikan jawaban atas masalah kepemimpinan di lapangan.

Bursa transfer Milan dipandang beragam, ada yang menilai biasa saja, ada pula yang menyebut cukup baik. Namun, sektor gelandang jelas menjadi penyelamat. Sebab, tanpa itu, Rossoneri bakal kerepotan.

Nama-nama besar kini menghiasi lini tengah Milan, mulai dari pemenang Ballon d'Or bernama Luka Modric hingga Adrien Rabiot. Menurut La Gazzetta dello Sport, kehadiran dua pemain berpengalaman ini memberi kilau sekaligus jaminan kualitas di level tertinggi.


Ragam Solusi yang Dihadirkan

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memberikan instruksi kepada Alexis Saelemaekers saat laga Serie A melawan Cremonese di Stadion San Siro, Milan, Italia, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Jika semua dalam kondisi fit, kombinasi Modric dan Rabiot akan jadi fondasi utama. Keduanya bisa didampingi Ardon Jashari yang menjadi rekrutan termahal di lini tengah, atau Samuele Ricci yang sudah lama diincar.

Ini menjadi revolusi total dibanding musim lalu, dengan inti permainan yang jauh lebih solid. Meski Modric sesekali butuh istirahat, Milan tak kekurangan opsi karena ada talenta lain yang siap mengisi celah.

Artinya, Milan kini punya kedalaman skuad yang memadai di sektor vital. Kekuatan itu bisa jadi pembeda ketika musim memasuki fase paling krusial.


Rabiot, Rekrutan Penting Terbaru

Adrien Rabiot. Gelandang tengah berusia 27 tahun ini kini tengah menjalani musim ke-4 bersama Juventus sejak didatangkan dari PSG pada awal musim 2019/2020. Musim ini ia telah tampil dalam 14 laga di semua ajang bersama Juventus dengan torehan 5 gol. Bersama Timnas Prancis ia telah mengoleksi 29 caps dengan torehan 2 gol dan 1 assist sejak melakukan debut pada 15 November 2016. (AFP/Franck Fife)

Kedatangan Adrien Rabiot diumumkan pada Senin malam setelah proses negosiasi yang cukup sulit. Namun, semua itu diyakini sepadan dengan kualitas yang ia bawa.

Di Juventus, ia merupakan andalan Massimiliano Allegri dan konsistensinya membuat Milan tergoda. Selain pengalaman, gelandang asal Prancis ini juga dikenal mampu menyumbang gol, dengan catatan 10 gol di Marseille musim lalu.

Allegri sendiri menginginkannya sejak awal, percaya bahwa Rabiot bisa jadi kunci lini tengah. Kini, Milan resmi mendapatkan tambahan kedalaman, pengalaman, sekaligus produktivitas.


Fleksibilitas yang Menjadi Senjata

Pemain AC Milan, Ruben Loftus-Cheek, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Rennes dalam duel leg pertama play-off fase gugur Liga Europa 2023/2024 di Stadion San Siro, Jumat (16/2/2024). Kemenangan ini bakal jadi modal besar bagi Milan ketika mengunjungi markas Rennes pekan depan dalam duel leg kedua. (AP Photo/Antonio Calanni)

Milan juga masih memiliki Ruben Loftus-Cheek dan Youssouf Fofana sebagai bagian penting. Meski awal musim mereka dinilai masih naik turun, Allegri yakin keduanya bisa menyumbang 15 gol musim ini, dan setelah laga lawan Lecce, target itu kini tinggal 14.

Gol mungkin bukan tugas utama mereka, tetapi karakteristik lain yang mereka bawa tak kalah penting. Kombinasi fisik dan fleksibilitas memberi Milan variasi yang lebih kaya.

Kini, lini tengah Milan dianggap sebagai “super midfield” berkat campuran pengalaman dan kualitas. Inilah sektor yang bisa membawa Rossoneri kembali bersaing di papan atas.

Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Milan


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya