Bertemu Gibran, Ikatan Tunanetra Muslim Minta Dukungan Atasi Buta Huruf Al-Quran Braille

Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) suarakan rekomendasi terkait pemberantasan buta huruf Al-Quran Braille di hadapan Wapres Gibran.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 03 September 2025, 10:37 WIB
Penyandang Disabilitas Netra Ingin Wapres Berantas Buta Huruf Al-Quran Braille. Foto: wapresri.go.id.

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yogi Madsuni, meminta dukungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam memberantas buta huruf Al-Quran Braille.

“Kami merekomendasikan bahwa adanya infrastruktur yang aksesibilitas, kemudian pendidikan inklusif yang berkelanjutan, dan bahkan ada peningkatan. Kemudian, hak-hak tenaga kerja bagi penyandang disabilitas, hak berusaha, termasuk prioritas dalam pemberantasan buta huruf Al-Quran Braille,” kata Yogi dalam audiensi bersama Gibran di Jakarta, Senin 21 Agustus 2025.

“Kemudian juga, kami ingin Indonesia itu menginisiasi adanya komunitas tunanetra muslim internasional,” imbuhnya mengutip keterangan tertulis di laman Wapres RI.

Yogi juga menekankan pentingnya akses teknologi ramah disabilitas, khususnya dalam layanan perbankan.

“Bagaimana ATM bisa diakses oleh kami, apakah berupa audio ataupun berupa juga Braille di tombolnya, supaya kami bisa lebih mandiri dan privasi kita tetap terjaga,” harapnya.

Menurut Yogi, rekomendasi ini telah dirumuskan melalui Muktamar ITMI pada 13–16 Agustus 2025, dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Gibran menyerap aspirasi sekaligus masukan mengenai upaya mendorong keberpihakan pemerintah terhadap penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesetaraan gender, peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas, termasuk perluasan program perlindungan dan peningkatan kesempatan kerja bagi mereka.

 

Dukung Asta Cita ke-4

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Rumah Aspirasi Tunanetra Indonesia, Arief Pribadi, turut menyampaikan apresiasinya atas kesempatan bersilaturahmi dengan wakil presiden.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama ITMI mendukung program Asta Cita ke-4, khususnya terkait keberpihakan terhadap tunanetra melalui sains dan teknologi.

“Kita ada TU jadi IT. TU adalah tukang urut jadi tukang IT. Supaya bisa kita berkolaborasi dengan teman-teman BUMN, supaya mereka-mereka (penyandang tunanetra) ini bisa memenuhi posisi-posisi sesuai dengan undang-undang, BUMN 2 persen, ASN 1 persen,” urainya.

 

Respons Gibran

Menurut Arief, Gibran merespons usulan tersebut dengan sangat positif.

“Luar biasa tadi Pak Wapres siap mendukung, khususnya teman-teman disabilitas netra ya, seperti tadi yang disampaikan Pak Ketua Umum. Artinya bahwa rekomendasi itu akan dicoba dibaca nanti dan segera akan dikoordinasikan dengan instansi terkait,” ujarnya.

Yogi juga menyampaikan bahwa Gibran memberikan dukungan penuh sekaligus menunjukkan keprihatinan atas masih minimnya tunanetra muslim yang mampu membaca Al-Quran Braille.

“Beliau sangat mendukung dan insyaAllah akan mendorong itu (Al-Quran Braille). Terkait juga dengan kebijakan-kebijakan yang lainnya, termasuk dalam hal berusaha, beliau akan dukung dan nanti akan disampaikan kepada pihak yang tepat,” pungkasnya.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya