Liputan6.com, Jakarta - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, baru saja mencetak tonggak penting di India. Perusahaan mengumumkan telah mengantarkan mobil ke-10.000 di pasar Negeri Bollywood tersebut.
Dalam unggahan di Weibo resmi perusahaan, disitat dari cnEVpost, menampilkan video singkat perayaan yang dilakukan BYD India, meski tidak memberikan penjelasan lebih rinci.
Advertisement
Capaian ini bertepatan dengan momentum kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke China untuk pertama kalinya sejak ketegangan perbatasan pada 2020.
Dalam kesempatan itu, para pemimpin China menyampaikan harapan agar hubungan kedua negara bisa menjadi lebih erat dan saling menguntungkan.
Sejak hadir di India, BYD telah merilis empat model kendaraan listrik. Mulai dari MPV listrik eMax 7, sedan Seal, SUV Atto 3, hingga Sealion 7. Model terbaru, Sealion 7, sudah mulai membuka pemesanan sejak akhir Januari 2025 dan mendapat respons positif dari pasar.
Dari sisi jaringan distribusi dan layanan, BYD kini memiliki 44 dealer yang tersebar di berbagai kota besar di India.
Perusahaan juga memperkuat layanan purnajual, memberikan garansi panjang, hingga menyediakan layanan darurat jalan. Tidak hanya itu, BYD menjalin kerja sama dengan Relux Electric untuk memperluas akses pengisian daya, sehingga konsumen semakin dimudahkan dalam menggunakan mobil listrik.
Secara global, BYD mencatat penjualan lebih dari 13 juta unit kendaraan energi baru (NEV). Angka ini setara dengan pengurangan emisi karbon sebesar 106,52 miliar kilogram hingga 31 Juli 2025, jumlah yang sama dengan penyerapan karbon oleh sekitar 1,77 miliar pohon.
Kiprah BYD di Global
Selain itu, BYD berhasil masuk dalam daftar Top 10 Most Valuable Global Automotive Brands versi Kantar BrandZ selama tiga tahun berturut-turut.
Pada 2025, valuasi mereknya tercatat mencapai USD 14,4 miliar, naik 43,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ke depan, BYD berencana memperkuat posisinya di India dengan memperluas jajaran produk. Salah satunya melalui rencana peluncuran Atto 2, model baru yang diperkirakan hadir dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, BYD juga membuka kemungkinan produksi lokal jika kondisi geopolitik memungkinkan, demi memperbesar penetrasi pasar di negara tersebut.