Mengapa MU Lebih Pilih Senne Lammens Ketimbang Emiliano Martinez?

Manchester United akhirnya bergerak cepat di hari terakhir bursa transfer musim panas 2025 untuk menuntaskan masalah krusial di bawah mistar gawang.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 01 September 2025, 23:53 WIB
Kiper Royal Antwerp, Senne Lammens. (AFP/John Thys)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United akhirnya bergerak cepat di hari terakhir bursa transfer musim panas 2025 untuk menuntaskan masalah krusial di bawah mistar gawang.

Setan Merah mendatangkan kiper muda Belgia, Senne Lammens, dari Royal Antwerp dengan biaya transfer mencapai £18,2 juta plus tambahan bonus.

Rekrutan anyar berusia 23 tahun itu langsung menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dan sudah berada di Manchester untuk merampungkan proses kepindahannya.

United memang membutuhkan solusi setelah performa dua kiper sebelumnya, Altay Bayindir dan Andre Onana, menuai sorotan tajam akibat kesalahan fatal di awal musim.


Lebih Murah dari Martinez

Kiper Aston Villa asal Argentina #23, Emiliano Martinez, memberikan penghargaan Golden Glove kepada para penggemar menjelang pertandingan Liga Champions UEFA antara Aston Villa dan Juventus di Villa Park di Birmingham, Inggris bagian tengah, Kamis dini hari WIB (28/11/2024). (Darren Staples/AFP)

Nama Emiliano Martinez sempat masuk dalam radar United. Namun, kiper Aston Villa itu dianggap terlalu mahal dengan banderol hampir dua kali lipat dari Lammens serta permintaan gaji sekitar £200 ribu per pekan.

Kondisi keuangan klub yang harus hati-hati mengikuti aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) membuat manajemen memilih jalan realistis.

Lammens pun dipandang sebagai investasi jangka panjang. Ia diyakini punya potensi berkembang menjadi pilihan utama dalam beberapa tahun mendatang. United juga tidak memasukkan klausul penjualan kembali dalam kontrak sang pemain.


Debut di Derby Manchester

Kiper Royal Antwerp, Senne Lammens, (VIRGINIE LEFOUR / BELGA / AFP)

Jika semua proses berjalan lancar, Lammens kemungkinan besar akan menjalani debutnya pada laga panas derby Manchester kontra Manchester City di Etihad Stadium pekan depan.

Kedatangan Lammens membuat United kini memiliki empat kiper senior: Onana, Bayindir, serta Tom Heaton. Situasi ini membuka peluang Bayindir dipinjamkan atau bahkan dilepas permanen, apalagi posisinya semakin terancam setelah tampil kurang meyakinkan.

Bayindir sejatinya dipercaya tampil di tiga laga awal Premier League sebelum jeda internasional, sedangkan Onana diberi kesempatan di ajang Carabao Cup.

Namun, serangkaian blunder, mulai dari melawan Arsenal, Burnley, hingga Fulham membuat pelatih Ruben Amorim kehilangan kepercayaan.

Onana sendiri juga tak luput dari kritik. Kesalahannya saat menghadapi Grimsby Town di Carabao Cup membuat United harus melalui adu penalti dengan cara mengecewakan.


Amorim Buka Suara

Pelatih Manchester United Ruben Amorim bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Grimsby Town, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Meski mencari kiper baru secara diam-diam, Amorim tetap memberikan pembelaan di depan publik. Seusai kemenangan 3-2 atas Burnley, ia menegaskan bahwa masalah tim bukan hanya pada penjaga gawang.

“Mereka manusia. Semua orang membicarakan kiper, padahal banyak detail kecil di lapangan yang bisa kami perbaiki. Jadi bukan hanya soal kiper, seluruh tim harus meningkat,” ujar Amorim.

Kini, sorotan pun tertuju pada Lammens. Publik Old Trafford menanti apakah kiper muda Belgia ini bisa menjadi solusi jangka panjang sekaligus menghentikan badai kritik yang menghantam lini terakhir Manchester United.

Sumber: Mirror


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya