Pengakuan Jujur Ruben Amorim Tentang MU: Terkadang Saya Ingin Berhenti

Manchester United kembali menjadi sorotan usai tersingkir secara mengejutkan dari Piala Carabao

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Agustus 2025, 03:14 WIB
Mereka pun mampu unggul lebih dulu berkat gol Marcus Rashford pada menit ke-2. Sayangnya, gawang Manchester United yang dikawal Andre Onana kebobolan pada menit ke-43. Umpan dari Wes Burns mampu dituntaskan Omari Hutchinson menjadi gol dengan tendangan kaki kiri. (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali menjadi sorotan usai tersingkir secara mengejutkan dari Piala Carabao. Kekalahan melawan tim kasta keempat, Grimsby Town, ternyata meninggalkan luka mendalam bagi sang manajer, Ruben Amorim.

Dalam konferensi pers terbarunya, Amorim secara jujur mengungkapkan rasa frustrasi yang begitu besar hingga sempat terlintas keinginan untuk meninggalkan jabatannya.

Situasi di Old Trafford saat ini memang jauh dari kata stabil. Setan Merah tengah berada dalam periode sulit, dengan performa yang tidak konsisten dan tekanan besar dari berbagai pihak.

Amorim, yang baru memulai petualangannya di Premier League, seakan dipaksa beradaptasi dengan kerasnya atmosfer dan tuntutan tinggi di klub sebesar Manchester United.

Lebih mengejutkan lagi, Amorim tidak hanya berbicara soal dirinya. Ia juga mengakui bahwa hubungannya dengan para pemain United kadang membuatnya berada dalam dilema. Pernyataannya yang blak-blakan membuka tabir mengenai tekanan yang dihadapi.


Amorim Bicara Emosinya: Terkadang Saya Ingin Berhenti

Skuad asuhan Ruben Amorim harus menerima kekalahan 0-1 dalam laga perdana mereka di Liga Inggris musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Amorim tidak menutup-nutupi perasaan emosionalnya setelah kekalahan menyakitkan dari Grimsby. Dengan nada jujur, ia menyampaikan pergulatan batinnya sebagai pelatih Manchester United.

"Terkadang saya ingin berhenti. Terkadang saya ingin berada di sini selama 20 tahun, terkadang saya senang bersama para pemain saya, terkadang saya tidak ingin bersama mereka. Jadi, sekali lagi, saya perlu memperbaiki hal itu! Saya tahu itu ketika saya mengatakan hal-hal ini."

Ia juga menambahkan bahwa respons emosionalnya adalah bagian dari karakternya sebagai pelatih. Bahkan, pria asal Portugal itu mengaku terkadang benci dengan pemainnya sendiri.

"Saya akan mengatakan bahwa terkadang saya membenci pemain saya, terkadang saya mencintai pemain saya, terkadang saya ingin membela pemain saya. Ini cara saya melakukan sesuatu dan saya akan bersikap seperti itu."


Nasib Kobbie Mainoo Jadi Sorotan

Selebrasi gelandang Manchester United, Kobbie Mainoo setelah mencetak gol keempat ke gawang Wolverhampton Wanderers pada laga pekan ke-22 Premier League 2023/2024 di Molineux Stadium, Wolverhampton, Kamis (1/2/2024). (PA via AP Photo/Bradley Collyer)

Selain bicara soal masa depannya dan relasi dengan skuad, Amorim juga menyinggung situasi Kobbie Mainoo. Gelandang muda itu dikabarkan mulai frustrasi karena belum sekali pun diturunkan musim ini, bahkan muncul rumor ia ingin pergi.

"Sampai resmi, saya tidak bisa banyak bicara. Saya ingin Kobbie bertahan. Ia harus berjuang untuk tempatnya. Kami membutuhkan Kobbie. Saya mengerti bahwa para pemain yang tidak bermain saat ini merasa kecewa. Kita harus berjuang sepanjang pekan," tegasnya.

Kobbie Mainoo sendiri dilaporkan telah mengajukan permintaan untuk pindah. Dia tidak akan hengkang dari klub secara permanen alias hanya menerima peluang pindah dengan status pinjaman.

Sumber: talkSPORT


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya