Liputan6.com, Jakarta Petualangan Ole Gunnar Solskjaer bersama Besiktas berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Manajemen klub raksasa Turki itu resmi memecat mantan manajer Manchester United setelah tim tersingkir memalukan dari babak play-off UEFA Conference League.
Keputusan ini diumumkan lewat pernyataan singkat berisi hanya 40 kata. Dalam rilis tersebut, Besiktas menegaskan kontrak Solskjaer diputus setelah rapat dewan direksi. Ketua klub, Serdal Adalı, juga menyampaikan terima kasih atas jasa sang pelatih selama menjabat.
Advertisement
Pemecatan ini tak lepas dari hasil mengecewakan kontra Lausanne. Setelah menahan imbang 1-1 di leg pertama, Besiktas sejatinya diunggulkan saat tampil di kandang sendiri. Namun, mereka justru tumbang 0-1 dari wakil Swiss dan gagal melangkah ke fase grup.
Gol tunggal Lausanne dicetak oleh Nathan Butler-Oyedeji, mantan pemain muda Arsenal yang baru bergabung musim panas lalu. Bagi penyerang berusia 22 tahun itu, gol tersebut menjadi torehan perdananya bersama klub sekaligus mengakhiri asa Besiktas di Eropa.
Pukulan Telak Solskjaer
Bagi Solskjaer, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Ia baru bergabung dengan Besiktas pada Januari lalu setelah tiga tahun vakum dari dunia kepelatihan sejak didepak Manchester United pada 2021.
Musim lalu, Solskjaer masih mampu membawa tim finis di posisi keempat Liga Turki.
Selama di Istanbul, pria asal Norwegia itu sempat mengandalkan beberapa nama eks Liga Inggris seperti Alex Oxlade-Chamberlain, Arthur Masuaku, hingga Gedson Fernandes.
Namun, kombinasi itu gagal memberi kestabilan yang diharapkan manajemen maupun fans.
Ironi Solskjaer
Yang membuat situasi semakin ironis, lawan yang menyingkirkan Besiktas dimiliki oleh INEOS, perusahaan milik Sir Jim Ratcliffe, pemegang saham mayoritas Manchester United.
Dengan kata lain, klub yang berkaitan erat dengan United justru menjadi penyebab jatuhnya legenda mereka sendiri.
Saat ini, Lausanne berada di peringkat kedelapan Liga Super Swiss. Sementara Besiktas harus kembali fokus pada kompetisi domestik dengan status tanpa manajer tetap, sambil mencari sosok baru yang mampu mengangkat prestasi tim.
Sumber: Besiktas SK