Keputusannya Cukup Mengejutkan, Amorim Tertunduk Usai Manchester United Alami Kekalahan Terburuk

Klub League Two, Grimsby Town, bukan hanya bisa menyaingi tapi juga mengungguli Manchester United saat bertemu di pertandingan putaran kedua Piala Carabao.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 29 Agustus 2025, 20:00 WIB
Skuad asuhan Ruben Amorim harus menerima kekalahan 0-1 dalam laga perdana mereka di Liga Inggris musim 2025/2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dan Grimsby Town saling berhadapan di putaran kedua Piala Carabao. Hasilnya, secara mengejutkan Setan Merah kalah 11-12 lewat adu penalti usai bermain imbang 2-2 di waktu normal di Stadion Blundell Park, Kamis (28/8/2025)

Memasuki pertandingan ketiga musim ini, MU belum memenangkan pertandingan. Dan pada laga kemarin, mereka terpuruk ke kedalaman yang sebelumnya tak terbayangkan.

Grimsby, yang saat ini berada 55 peringkat di bawah tim Ruben Amorim, tidak hanya bersaing, mereka juga mengungguli MU dari awal hingga akhir.

"Jika Grimsby Town menang malam ini, sejujurnya saya rasa Ruben Amorim tidak akan bisa bangkit. Saya rasa ini bukan reaksi spontan," kata Chris Sutton kepada BBC Radio 5 Live saat jeda babak pertama. "Persepsi tentang dia, bukan hanya karena kalah, tetapi juga dari cara United bermain di babak pertama."

Keputusan Amorim memang cukup mengejutkan setelah menurunkan bintang-bintangnya, Bruno Fernandes, Matthijs de Ligt, dan Bryan Mbeumo di babak kedua. Saat hujan mengguyur lapangan, MU justru semakin terpuruk dan mereka semakin terdesak saat Grimsby mulai memainkan permainan angkuh mereka yang merasa sudah berada satu kaki di babak ketiga.


Kiper Grimsby Christy Pym Tampil Gemilang

Kiper Grimsby Town, Christy Pym, menjadi satu di antara pahlawan timnya saat mengalahkan Manchester United pada putaran 2 Carabao Cup, Kamis (28/8/2025). (Nigel French/PA via AP)

Charles Vernam dan Tyrell Warren adalah pahlawan tim berseragam hitam-putih itu. Bahkan, Cameron Gardner bisa saja menambahkan namanya ke dalam daftar pencetak gol ketika ia berhadapan langsung dengan Andre Onana.

Mbeumo kemudian memberi United secercah harapan, dan sepertinya mereka akan menyamakan kedudukan, meskipun mereka tidak menciptakan banyak peluang di lapangan.

Kiper Grimsby Christy Pym melakukan penyelamatan ganda yang ajaib, tetapi ia tidak bisa melakukan penyelamatan heroik seperti itu ketika Maguire mencetak gol.


Pulang ke Manchester Membawa Rasa Malu

Ekspresi kecewa pelatih Manchester United, Ruben Amorim dengan memegang kepalanya saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan West Ham di Old Trafford, Manchester, Inggris, Minggu (11/05/2025) waktu setempat. (AFP/Oli Scarff)

Adu penalti menanti dan Clarke Oduor melihat tendangannya ditepis ke mistar gawang. Namun, begitu pula Matheus Cunha dan Mbeumo pada percobaan keduanya. MU tidak hanya tersingkir, mereka telah dipulangkan ke Manchester dengan rasa malu yang mendalam.

Ada momen ketika United tertinggal dua gol, Amorim hanya bisa menundukkan kepala sambil menatap papan taktik tanpa daya. Itu mungkin gambaran yang paling menggambarkan masa jabatannya di Old Trafford.


Tim Terbaik Pantas Menang

Pelatih Manchester United Ruben Amorim bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Grimsby Town, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Sebelumnya, usai laga, berbicara kepada Sky Sports, Amorim yang tampak sedih mengatakan. "Pada akhirnya, yang penting adalah apakah kami pulih atau tidak, yang penting adalah tanda-tanda yang diberikan tim selama pertandingan, di awal pertandingan."

"Saya pikir tim terbaik yang menang, saya pikir tim dan para pemain berbicara sangat lantang, jadi begitulah. Kami kalah, tim terbaik menang," katanya.

"Cara kami memulai pertandingan tanpa intensitas apa pun, semua gagasan tentang tekanan, kami benar-benar kehilangan arah dan itulah mengapa saya pikir mereka berbicara sangat lantang."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya