Emas Sentuh Level Tertinggi, Didorong Kekhawatiran Independensi The Fed

Harga emas dunia berlahan menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah kekhawatiran berlanjut atas independensi Federal Reserve (The Fed).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Agustus 2025, 07:20 WIB
Harga emas spot naik 0,6% menjadi USD 3.416,14 per ons, menyentuh level tertinggi sejak 23 Juli. Ilustrasi harga emas hari ini (dok: Foto AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam lima minggu pada penutupan perdagangan Kamis. Kenaikan harga emas ini didorong pelemahan dolar AS serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah kekhawatiran berlanjut atas independensi Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Jumat (29/8/2025), harga emas spot naik 0,6% menjadi USD 3.416,14 per ons, menyentuh level tertinggi sejak 23 Juli. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup di USD 3.466,10 per ons.

Indeks dolar turun 0,5%, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi investor luar negeri.

pedagang logam independen Tai Wong menjelaskan, harga emas telah menguat perlahan namun stabil selama lebih dari sepekan, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran soal independensi The Fed.

"Tekanan Trump memicu kekhawatiran bahwa FOMC dapat memangkas suku bunga lebih cepat dan mempertahankannya rendah dalam jangka panjang, yang tentu positif bagi emas,” ujar dia.

Pasar saat ini memperkirakan peluang penurunan suku bunga seperempat poin lebih dari 87% pada pertemuan The Fed bulan September.

 

Gugatan ke Trump

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Investor kini menantikan rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada Jumat ini, yang menjadi salah satu tolok ukur utama inflasi bagi bank sentral AS.

Sebagai aset non-yield, emas cenderung mendapatkan dukungan di era suku bunga rendah maupun saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengajukan gugatan hukum yang menuding Trump tidak berwenang mencopotnya dari jabatan. Kasus ini berpotensi memicu pertarungan hukum yang bisa mengubah norma independensi bank sentral AS yang telah lama berlaku.

“Dalam jangka pendek saya melihat emas masih bullish. Saya memperkirakan harga bisa menyentuh USD 3.700 per ons pada akhir tahun,” kata analis senior RJO Futures Daniel Pavilonis.

 

Harga Perak juga Naik

(Ilustrasi perak-silver by AI)

Sementara itu, harga perak spot naik 1,2% ke US$39,09 per ons, level tertinggi sejak 25 Juli.

Wong menjelaskan, perak mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang kuartal ini, meski momentumnya sempat meredup pada Agustus.

"Kini pasar menunggu dorongan baru. Ada yang meyakini perak akan menembus di atas USD 40, sejalan dengan emas yang berpotensi mencapai rekor baru,” tambah dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya