Kondisi Sekitaran Kwitang Pagi Ini, Sisa Gas Air Mata Masih Terasa

Ruas jalan Kwitang juga tampak lebih lengang meski masih ada kendaraan yang berlalu lalang.

oleh Lia HarahapDiperbarui 29 Agustus 2025, 07:12 WIB
Kondisi Depan Sekitar Kwitang Pagi Ini (Foto: Istimewa/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kawasan jalan Kwitang, Jakarta Pusat, sempat dipadati massa sejak Kamis (28/8/2025) malam hingga Jumat (29/8/2025) dini hari.

Keberadaan massa diduga kuat dampak insiden kendaraan rantis Brimob menabrak pengemudi ojol di Pejompongan, saat demo 28 Agustus 2025 berakhir ricuh.

Kondisi Depan Mako Brimob

Kondisi Depan Sekitar Kwitang Pagi Ini (Foto: Istimewa/Liputan6.com)

Haq, seorang pengendara, yang kebetulan melintas di depan Mako Brimob Kwitang bercerita kondisi terkini di kawasan Kwitang. Pemantauannya pada pukul 05.48 Wib, tampak masih ada sejumlah petugas di depan Mako Brimob. Gas air mata masih sangat terasa di sekitar lokasi.

"Gas air mata juga masih berasa di sekitaran Kwitang sini," katanya saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025).

Jalanan Lengang

Kondisi Depan Sekitar Kwitang Pagi Ini (Foto: Istimewa/Liputan6.com)

Ruas jalan Kwitang juga tampak lebih lengang meski masih ada kendaraan yang berlalu lalang.

"Sebagian besar terpaka buat perboden buat ngarah ke Senen," katanya.

Sementara konsentrasi massa tidak lagi terlihat seperti dini hari tadi.

"Dan ini masih terasa banget buat gas air matanya," ujarnya.

Massa Sempat Bertahan hingga Dini Hari

Penampakan Massa di Kawasan Kwitang Jumat Dini Hari (Dok: Antara)

Seperti diberitakan sebelumnya, massa memadati kawasan Kwitang hingga Jumat (29/8/2025) dini hari. Meskipun petugas keamanan coba menghalau dengan beberapa kali menembakkan gas air mata, mereka tak menghiraukan.

Mengutip dari Antara, pantauan di lokasi hingga pukul 03.00 WIB, massa masih berkumpul. Tembakan gas air mata yang dilepaskan petugas tak membuat mereka membubarkan diri.

Suara letusan juga masih terdengar jelas di sekitar kawasan Kwitang.

Brimob Bertanggung Jawab

Baru sekitar pukul 20.00 WIB, aksi sekompok massa tersebut berhasil diredam pihak aparat keamanan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Seorang pengemudi ojek online terlindas kendaraan taktis (Rantis) Barracuda Brimob Polri. Insiden itu terjadi imbas kericuhan demo DPR, Kamis (28/8/2025) malam.

Kabbagrenmin Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Jemmy Yudanindra meminta maaf atas insiden tersebut. Ia berjanji akan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Perwakilan atas sama pimpinan, saya izin mohon maaf. Apabila itu memang sudah terjadi, itu tidak bisa kita hindari. Kami bertanggungjawab, pimpinan bertanggungjawab," kata Jemmy di depan massa yang meminta penjelasan atas insiden tersebut.

Kapolri Datang ke RSCM

Setelah mendapatkan kabar tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui langsung keluarga pengemudi ojek online atau ojol yang tewas ditabrak mobil rantis Brimob saat kericuhan demo DPR di RSCM.

Listyo tiba sekitar pukul 00.33 WIB. Dia terlihat didampingi Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim yang baru saja memberikan keterangan pers terkait insiden mobil rantis Brimob tabrak ojol di Pejompongan itu.

Tampak Listyo langsung memasuki ruangan rumah sakit dan memeluk seorang pria yang diduga keluarga almarhum. Raut wajahnya menunjukkan bela sungkawa mendalam saat momen saling memeluk itu.

Dia juga menyalami pria lainnya, sambil kemudian duduk bersama, berbincang dan mendengarkan keluarga almarhum.

Kapolri meminta maaf atas insiden pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” tutur Listyo saat dikonfirmasi wartawan.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya