Polisi Sebut Ada Penyusup di Balik Demo Ricuh di Gedung DPR

Aksi ribuan buruh dan mahasiswa mengepung Gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025), bukan sekadar protes spontan. Isu adanya dalang di balik demonstrasi mulai menyeruak.

oleh Putu Merta Surya PutraDiperbarui 29 Agustus 2025, 06:44 WIB
Massa berkumpul saat terjadi ricuh akibat unjuk rasa di sekitar jalan Pejompongan, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Polisi menembakan gas air mata di kerumunan massa setelah unjuk rasa pelajar STM bentrok dengan aparat kepolisian dibelakang Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Ribuan buruh dan mahasiswa menggelar demo di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025). Namun, di balik aksi unjuk rasa tersebut, muncul tudingan bahwa aksi tersebut tak murni gerakan rakyat, melainkan digerakkan oleh dalang tertentu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, ada penyusup yang membuat demo DPR yang awalnya berjalan aman berubah ricuh.

Dia mengatakan, massa yang tak dikenal membakar bendera, naik pagar, merusak CCTV, hingga mencoret tembok di pinggir tol. Bahkan, mereka masuk ke jalur tol dan membahayakan pengguna jalan.

"Ada hal yang sangat disayangkan tadi, di saat saudara-saudara kami, rekan-rekan kami dari salah satu kampus, melakukan penyampaian pendapat di depan gedung DPR-RI, ini ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang tidak memiliki struktur dan identitas, tidak ada koordinator lapangannya, yang langsung melakukan tindakan yang menyebabkan terganggunya ketertiban," kata dia Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025).

Langsung Anarkis

Bentrok massa dan aparat polisi dari Korps Brimob terjadi di di sepanjang Jalan Pejompongan-Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (merdeka.com/Arie Basuki)

Menurut Ade Ary, penyusup Ini sama sekali tidak menyampaikan pendapatnya di depan gedung DPR-MPR atau di sekitar ini, tapi langsung melakukan tindakan-tindakan anarkis. 

"Tidak diketahui ini struktur organisasinya dari mana, entitas mana, koordinator lapangannya siapa, dan lain sebagainya," ucap dia.

Dia mengatakan, kepolisian melakukan tahapan-tahapan kegiatan kepolisian dalam rangka terciptanya situasi Kamtibmas dimulai dari imbauan-imbauan hingga akhirnya dilakukan penertiban.

Hingga malam, pukul 18.45 WIB, situasi masih aman terkendali. Kepolisian masih bersiaga di lapangan.

"Petugas kami masih di lapangan, kekuatan lengkap untuk melakukan patroli mobile, melakukan imbauan, melakukan edukasi kepada masyarakat yang sedang beraktivitas agar saling menghormati hak dan kewajiban satu sama lain.Dan kami tegaskan sampai dengan malam ini situasi aman terkendali," ucap dia.

Pihak Luar dan Punya Pengaruh Besar ke Kebijakan Negara

Massa demo gedung DPR bergerak ke dalam ruas Tol Dalam kota dan melakukan pemblokiran Jalan. Kendaraan pun akhirnya terhenti dan tidak bisa bergerak. (Liputan6/Ady Anugrahadi)

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono mengungkapkan ada dalang dari pihak luar di balik aksi demonstrasi di Gedung MPR/DPR yang berujung ricuh beberapa waktu lalu. Hendropriyono berjanji akan mengungkapkan sosok tersebut.

"Ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (28/8/2025).

 "Dari luar. Dari luar," sambungnya.

Menurut dia, pihak luar tersebut menggerakan kaki tangannya yang ada di Indonesia. Hendropriyono meyakini pihak dalam negeri ini tak menyadari bahwa dirinya diperalat.

"Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," jelasnya.

Tujuan Sama

Hendropriyono menyebut pihak luar tersebut bukanlah sebuah negara. Meski begitu, kata dia, aktor luar tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kebijakan negaranya.

"Sebetulnya non-state. Tapi pengaruhnya sangat besar kepada kebijakan dari negaranya. Kebijakannya itu langkah-langkahnya kita baca selalu pas dengan usulan dari non-state," ujar Hendropriyono.

"Non-state tapi isinya George Soros, isinya George Tenet, isinya tadi saya sampaikan David Rockefeller, Bloomberg. Baca sendirilah kaum kapitalis begitu. Itu yang usul," sambung dia.

Dia menuturkan tujuan aktor luar negeri itu tak berbeda jauh saat zaman kolonial atau penjajahan yakni, ingin menguasai Indonesia. Hanya saja, metode mereka saat ini tak menggunakan bom ataupun peluru.

"Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita," pungkas Hendropriyono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya